Walikota Bima Meninggal Mendadak
Nurrosyidah08/03/2010 19:20
Liputan6.com, Bima: Walikota Bima, Nusa Tenggara Barat, M. Nur Latif, meninggal mendadak akibat serangan jantung di Jakarta, Senin (8/3). Kematian pria yang akrab disapa Noli ini menyisakan pertanyaan terkait dugaan korupsi dana APBD Kota Bima periode 2002-2008 yang tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi NTB dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Walikota Bima yang menjabat periode 2002-2008 dan 2008-2014 ini diduga tersandung korupsi proyek pembangunuan terminal antarkota antarprovinsi (AKAP) senilai Rp 5,5 miliar. Ia juga disebut-sebut terlibat korupsi dalam pengelolaan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus periode 2002-2008 yang kasusnya kini mulai
dilimpahkan ke Kejati NTB dan KPK.
Namun Susi Widiartini, istri kedua Noli membantah keras jika kematian suaminya terkait kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki KPK dan Kejati NTB. Menurutnya, kedatangan Nur Latif ke Jakarta hanya untuk menengok orangtuanya yang sedang sakit. "Bapak datang ke Jakarta untuk menengok ibu saya yang sedang terkena stroke sudah satu tahun. Beliau baru mau ke sana setelah tiga bulan ini," ujar Susi.
Usai disalatkan di Masjid Penaraga, jenazah Nur Latif langsung dimakamkan di halaman rumah pribadinya di Kelurahan Rabangodu, Kecamatan Raba, Kota Bima, dengan diiringi upacara militer. Ratusan warga turut hadir mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir.
Sebelumnya, seorang pengusaha asal Bima yang terkait kasus pembangunan terminal AKAP Bima dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati NTB juga meninggal mendadak sehari sebelum ditahan.(YNI/YUS)
Walikota Bima yang menjabat periode 2002-2008 dan 2008-2014 ini diduga tersandung korupsi proyek pembangunuan terminal antarkota antarprovinsi (AKAP) senilai Rp 5,5 miliar. Ia juga disebut-sebut terlibat korupsi dalam pengelolaan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus periode 2002-2008 yang kasusnya kini mulai
dilimpahkan ke Kejati NTB dan KPK.
Namun Susi Widiartini, istri kedua Noli membantah keras jika kematian suaminya terkait kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki KPK dan Kejati NTB. Menurutnya, kedatangan Nur Latif ke Jakarta hanya untuk menengok orangtuanya yang sedang sakit. "Bapak datang ke Jakarta untuk menengok ibu saya yang sedang terkena stroke sudah satu tahun. Beliau baru mau ke sana setelah tiga bulan ini," ujar Susi.
Usai disalatkan di Masjid Penaraga, jenazah Nur Latif langsung dimakamkan di halaman rumah pribadinya di Kelurahan Rabangodu, Kecamatan Raba, Kota Bima, dengan diiringi upacara militer. Ratusan warga turut hadir mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir.
Sebelumnya, seorang pengusaha asal Bima yang terkait kasus pembangunan terminal AKAP Bima dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati NTB juga meninggal mendadak sehari sebelum ditahan.(YNI/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
