Ketua Demokrat Temui Taufik Kiemas
Anri Syaiful08/03/2010 16:49
Liputan6.com, Jakarta: Partai Demokrat gencar melancarkan lobi politik. Kali ini Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Syarief Hasan menemui Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Taufik Kiemas di Gedung MPR/DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/3). Terutama, setelah Taufik yang juga menjabat Ketua MPR menyampaikan isyarat perubahan garis politik PDIP yang selama ini beroposisi.
Sayangnya, tak ada keterangan resmi mengenai pembicaraan dalam pertemuan tertutup tersebut. Terkait bidang tugas Syaref Hasan selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) atau menyangkut perubahan sikap politik PDIP. Namun, Syarief mengemukakan, pihaknya akan nyaman bila PDIP bergabung dalam koalisi.
Sebelum menerima Syarief, Taufik Kiemas menyampaikan isyarat kepada pers bahwa menjalankan peran sebagai oposisi sudah melelahkan bagi PDIP. "Kita kalah sebagai partai oposisi. Kalau sudah kalah, masa kita tidak berubah," kata Taufik. Dia mengemukakan pula, partai berlambang banteng bundar akan mendapat keuntungan apabila mengubah sikap politiknya dari oposisi menjadi koalisi pendukung pemerintah. "Kalau tidak menjadi oposisi, kita akan mendapat untung," katanya.
Tapi, Taufik mengemukakan, kongres mendatang yang akan menentukan PDIP akan tetap berada di garis oposisi atau bergabung dalam koalisi. "Kita lihat di Kongres PDIP nanti," kata suami Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri itu.
Selain bertemu Syarief Hasan, Taufik Kiemas di forum terpisah di Gedung Parlemen, hari ini juga bertemu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman. Keduanya bertemu dalam forum "Executive Brief Pimpinan MPR dan DPD RI". Pertemuan ini juga dihadiri pengamat ekonomi Umar Juoro, Imam Sugema dan Faisal Basri.
Irman menyampaikan terima kasih atas kesediaan Taufik Kiemas menghadiri forum itu. Menurut Irman, "Executive Brief" tersebut adalah kegiatan bersama antara pimpinan MPR dan DPD RI guna mendapatkan masukan dari pakar ekonomi mengenai proyeksi perekonomian Indonesia ke depan. Terutama, menyangkut gambaran anggaran negara (APBN), indikator keberhasilan ekonomi, dan realitas ekonomi rakyat.(ANS/Ant)
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
