Sengketa Tanah Ricuh, Dua Kelompok Nyaris Bentrok
Nahyudi08/03/2010 00:38
Liputan6.com, Bogor: Keributan terjadi antara dua kelompok pemuda saat proses pematokan tanah sengketa di Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Ahad (7/3). Mereka yakni kubu warga penggarap dibantu sekelompok pemuda hitam. Dan lawannya, Yanah, didukung Massa Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB).
Massa dari warga penggarap merasa berhak memiliki tanah. Sebab sudah menggarap lebih dari 40 tahun. Sedangkan Yanah mengaku memiliki sertifikat atas tanah seluas lebih dari tiga hektare itu.
Ketegangan nyaris berujung bentrokan. Namun kericuhan kedua kelompk dapat dilerai aparat kepolisian setempat. Pematokan akhirnya bisa dilaksanakan setelah ada kesepakatan antara dua pihak. Tapi status hukum tanah belum memiliki putusan tetap secara hukum. Sengketa tanah ini sudah berlangsung lima tahun dan tak kunjung selesai.(AIS)
Massa dari warga penggarap merasa berhak memiliki tanah. Sebab sudah menggarap lebih dari 40 tahun. Sedangkan Yanah mengaku memiliki sertifikat atas tanah seluas lebih dari tiga hektare itu.
Ketegangan nyaris berujung bentrokan. Namun kericuhan kedua kelompk dapat dilerai aparat kepolisian setempat. Pematokan akhirnya bisa dilaksanakan setelah ada kesepakatan antara dua pihak. Tapi status hukum tanah belum memiliki putusan tetap secara hukum. Sengketa tanah ini sudah berlangsung lima tahun dan tak kunjung selesai.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
