Sudah Sepekan Aktivitas Semeru Meningkat
Zumrotul Muslimin07/03/2010 14:48
Liputan6.com, Surabaya: Aktivitas Gunung Semeru menunjukkan peningkatan selama sepekan terakhir. "Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat sejak 25 Februari [2010]" ungkap Kepala Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Suparno, saat dihubungi dari Surabaya, Ahad (7/3).
Menurut dia, terbentuk lidah lava sepanjang 700 meter dari bibir kawah Semeru dengan posisi hulu di Sungai Besuk Kembar. Lidah lava jadi guguran lava pijar yang akan mengalir ke Besuk Kembar. "Memang terjadi guguran lava pijar, namun dalam ukuran kecil yang meluncur hingga jarak 900 meter dari kawah Semeru," paparnya.
Dia menjelaskan, sepekan ini terjadi kecenderungan peningkatan kegiatan gempa vulkanik, gempa tremor harmonik dan adanya sinar api di kawah yang diikuti guguran lava dari Mahameru. "Guguran lava dari puncak Semeru mengindikasikan magma sudah berada di permukaan kawah Jonggring Saloko," katanya.
Kendati demikian peningkatan aktivitas vulkanik Semeru tidak mempengaruhi kegiatan masyarakat di lereng gunung karena guguran lava pijar jauh dari permukiman. "Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di wilayah sejauh empat kilomter di seputar lereng," ujarnya menegaskan.(JUM/Ant)
Menurut dia, terbentuk lidah lava sepanjang 700 meter dari bibir kawah Semeru dengan posisi hulu di Sungai Besuk Kembar. Lidah lava jadi guguran lava pijar yang akan mengalir ke Besuk Kembar. "Memang terjadi guguran lava pijar, namun dalam ukuran kecil yang meluncur hingga jarak 900 meter dari kawah Semeru," paparnya.
Dia menjelaskan, sepekan ini terjadi kecenderungan peningkatan kegiatan gempa vulkanik, gempa tremor harmonik dan adanya sinar api di kawah yang diikuti guguran lava dari Mahameru. "Guguran lava dari puncak Semeru mengindikasikan magma sudah berada di permukaan kawah Jonggring Saloko," katanya.
Kendati demikian peningkatan aktivitas vulkanik Semeru tidak mempengaruhi kegiatan masyarakat di lereng gunung karena guguran lava pijar jauh dari permukiman. "Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di wilayah sejauh empat kilomter di seputar lereng," ujarnya menegaskan.(JUM/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
