Tinggalkan Karir Demi Tari
Teguh Dwi Hartono07/03/2010 13:06
Liputan6.com, Depok: Budi Agustina, pendiri sanggar tari Ayodya Pala di kawasan Depok, Jawa Barat, tidak hanya mengajarkan tari. Tetapi, ia juga mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tari nusantara.
Sejak usia 19 tahun, wanita berusia 47 tahun yang biasa disapa Etin itu mendirikan sanggar tari secara swadaya. Lantas, ia pun mengajarkan tari bagi anak-anak di lingkungan rumahnya. Kepiawaiannya dalam menari semakin menantangnya untuk maju.
Ibu tiga anak yang merupakan Sarjana Biologi Universitas Indonesia itu merelakan karirnya di sebuah bank swasta untuk terjun serius di dunia tari. Tidak sia-sia, perjuangan Etin membuahkan segudang prestasi di dalam hingga luar negeri.
Sukses meraih prestasi juga harus membuat sanggarnya mandiri. Etin ingin keindahan dan keragaman seni tari nusantara semakin diminati generasi muda sehingga ia pun mencoba mengembangkan bisnis waralaba sanggar tari. Tujuannya, agar kesenian itu semakin luas jangkauannya.
Kini, Ayodya Pala telah memiliki 32 cabang di jabodetabek dan siswanya hampir 2 ribu orang. Etin dan sanggarnya terus berjalan menebar ilmu agar seni budaya tradisi tetap eksis di tanah air.(IDS/SHA)
Sejak usia 19 tahun, wanita berusia 47 tahun yang biasa disapa Etin itu mendirikan sanggar tari secara swadaya. Lantas, ia pun mengajarkan tari bagi anak-anak di lingkungan rumahnya. Kepiawaiannya dalam menari semakin menantangnya untuk maju.
Ibu tiga anak yang merupakan Sarjana Biologi Universitas Indonesia itu merelakan karirnya di sebuah bank swasta untuk terjun serius di dunia tari. Tidak sia-sia, perjuangan Etin membuahkan segudang prestasi di dalam hingga luar negeri.
Sukses meraih prestasi juga harus membuat sanggarnya mandiri. Etin ingin keindahan dan keragaman seni tari nusantara semakin diminati generasi muda sehingga ia pun mencoba mengembangkan bisnis waralaba sanggar tari. Tujuannya, agar kesenian itu semakin luas jangkauannya.
Kini, Ayodya Pala telah memiliki 32 cabang di jabodetabek dan siswanya hampir 2 ribu orang. Etin dan sanggarnya terus berjalan menebar ilmu agar seni budaya tradisi tetap eksis di tanah air.(IDS/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
