Evakuasi Pesawat Trigana Air Terkendala Medan
Imron Rosyadi05/03/2010 15:23
Liputan6.com, Kutai Kartanegara: Proses evakuasi pesawat Trigana Air yang mendarat darurat di rawa-rawa kilometer 45 Jalan Balikpapan-Samarinda, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (5/3) siang, dimulai. Sejumlah teknisi Trigana Air dibantu penduduk setempat tampak memulai kegiatan evakuasi pesawat beregister PK-YRP itu. Kedua baling-baling pesawat tampak sudah dilepas dan kini mereka sedang mempersiapkan menurunkan mesin.
Sebuah landasan dari kayu ulin di bawah kedua sayap pesawat tampak sudah dibuat. Landasan tersebut difungsikan untuk meletakkan mesin sebelum diangkut helikopter. Tim teknisi juga masih menunggu petunjuk tentang evakuasi bodi pesawat yang kemungkinan besar dilakukan melalui jalan darat dengan cara dipotong-potong beberapa bagian.
Menurut Mulya, salah satu teknisi Trigana Air, evakuasi terkendala medan yang berlumpur sehingga tidak memungkinkan alat berat memasuki areal pendaratan darurat pesawat. Karena itu, mesin bakal diangkut dengan helikopter menuju Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan.
Pelepasan kedua mesin merupakan permintaan tim investigasi dari Kanada, negara pembuat mesin pesawat ATR-42. Hasil penyelidikan itu akan melengkapi hasil Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah selesai melaksanakan investigasi di lapangan maupun membaca dan mendengarkan kotak hitam.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Trigana Air yang terbang dari Bulungan, Kalimantan Timur, tujuan Samarinda mengalami gangguan mesin pada bagian kiri sehingga pendaratan dialihkan ke Balikpapan. Namun, dalam penerbangan, pilot Nur Solihin dan kopilot Ahmad Maulana mendaratkan pesawat di rawa-rawa di Kampung Bone, Kelurahan Sungai Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara, 11 Februari lalu. Sbanyak 47 penumpang selamat. Namun, dua penumpang patah kaki [baca: Satu Mesin Mati, Trigana Air Mendarat Darurat].(BOG)
Sebuah landasan dari kayu ulin di bawah kedua sayap pesawat tampak sudah dibuat. Landasan tersebut difungsikan untuk meletakkan mesin sebelum diangkut helikopter. Tim teknisi juga masih menunggu petunjuk tentang evakuasi bodi pesawat yang kemungkinan besar dilakukan melalui jalan darat dengan cara dipotong-potong beberapa bagian.
Menurut Mulya, salah satu teknisi Trigana Air, evakuasi terkendala medan yang berlumpur sehingga tidak memungkinkan alat berat memasuki areal pendaratan darurat pesawat. Karena itu, mesin bakal diangkut dengan helikopter menuju Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan.
Pelepasan kedua mesin merupakan permintaan tim investigasi dari Kanada, negara pembuat mesin pesawat ATR-42. Hasil penyelidikan itu akan melengkapi hasil Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah selesai melaksanakan investigasi di lapangan maupun membaca dan mendengarkan kotak hitam.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Trigana Air yang terbang dari Bulungan, Kalimantan Timur, tujuan Samarinda mengalami gangguan mesin pada bagian kiri sehingga pendaratan dialihkan ke Balikpapan. Namun, dalam penerbangan, pilot Nur Solihin dan kopilot Ahmad Maulana mendaratkan pesawat di rawa-rawa di Kampung Bone, Kelurahan Sungai Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara, 11 Februari lalu. Sbanyak 47 penumpang selamat. Namun, dua penumpang patah kaki [baca: Satu Mesin Mati, Trigana Air Mendarat Darurat].(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
