Cerita Abdilah dan Seekor Piton
Cuk Arbianto04/03/2010 12:48
Liputan6.com, Deli Serdang: Membayangkan kuatnya lilitan serta besarnya ular piton tentu bisa menimbulkan rasa takut. Apalagi kalau bertemu dengan binatang melata itu, kengerian langsung membayang. Namun, semua itu tak berlaku bagi Abdilah, bocah berusia empat tahun di Deli Serdang, Sumatra Utara. Ular mematikan itu layaknya sudah menjadi mainan dan teman tidur bagi Abdilah.
Cerita bermula saat Abdilah berusia tiga bulan, ketika itu seekor ular piton dengan panjang 30 sentimeter tiba-tiba telah bersama sang bayi saat tidur. Oleh orangtua Abdilah, ular tersebut dibuang hingga berkali-kali, namun selalu pula kembali. Kehilangan akal, akhirnya keluarga Abdilah sekalian memelihara sang ular yang kini sudah memiliki panjang badan empat meter.
Sehari-harinya, teman bermain Abdilah ini melahap tikus dan tidak pernah mengganggu ternak milik tetangga. Namun, ular pada prinsipnya bukanlah hewan yang mengenal tuannya. Jadi, prinsip kehati-hatian dalam memeliharanya diperlukan karena bahaya tetap mengancam.(ADO)
Cerita bermula saat Abdilah berusia tiga bulan, ketika itu seekor ular piton dengan panjang 30 sentimeter tiba-tiba telah bersama sang bayi saat tidur. Oleh orangtua Abdilah, ular tersebut dibuang hingga berkali-kali, namun selalu pula kembali. Kehilangan akal, akhirnya keluarga Abdilah sekalian memelihara sang ular yang kini sudah memiliki panjang badan empat meter.
Sehari-harinya, teman bermain Abdilah ini melahap tikus dan tidak pernah mengganggu ternak milik tetangga. Namun, ular pada prinsipnya bukanlah hewan yang mengenal tuannya. Jadi, prinsip kehati-hatian dalam memeliharanya diperlukan karena bahaya tetap mengancam.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
