Pendukung Persitara Timpuki Rombongan Kendaraan Presiden
Isa Anshory03/03/2010 17:58
Liputan6.com, Jakarta: Polisi memeriksa para penimpuk rangkaian mobil rombongan Presiden Yudhoyono saat melewati wilayah Kuninan, Jakarta Selatan, Rabu (3/3) petang. Para penimpuk ini adalah pendukung kesebelasan Persitara.
"Mereka hendak menghadang dan menimpuk rombongan kendaraan VVIP," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafly Amar, yang mengawasi pengamanan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/3) petang.
Ratusan suporter Persitara yang tengah menumpang tiga bus metromini itu, langsung digiring polisi petugas ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Polda Metro Jaya. di SPK, para suporter yang hendak menyaksikan pertandingan antara Persitara melawan PSPS Pekan Baru itu langsung diperiksa.
Dalam pemeriksaan, polisi juga menemukan sejumlah senjata berupa clurit, katapel, kayu balok di dalam bis kota. Belum diketahui hasil pemeriksaan, karena polisi masih memintai keterangan terhadap para supurter Persitara tersebut. (ETA)
"Mereka hendak menghadang dan menimpuk rombongan kendaraan VVIP," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafly Amar, yang mengawasi pengamanan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/3) petang.
Ratusan suporter Persitara yang tengah menumpang tiga bus metromini itu, langsung digiring polisi petugas ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Polda Metro Jaya. di SPK, para suporter yang hendak menyaksikan pertandingan antara Persitara melawan PSPS Pekan Baru itu langsung diperiksa.
Dalam pemeriksaan, polisi juga menemukan sejumlah senjata berupa clurit, katapel, kayu balok di dalam bis kota. Belum diketahui hasil pemeriksaan, karena polisi masih memintai keterangan terhadap para supurter Persitara tersebut. (ETA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
