Bocah Penderita Gizi Buruk Harapkan Bantuan
Syamsu Nursyam01/03/2010 08:41
Liputan6.com, Karawang: Lagi, ditemukan anak penderita gizi buruk di Karawang. Ade Sofyan, bocah berusia tujuh tahun, warga Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Karawang, Jawa Barat, mengalami gizi buruk karena kurang mendapat asupan makanan bergizi.
Saat ditemui SCTV, kondisi Ade, anak pasangan Tinggal dan Karsiti tersebut, sangat memprihatinkan. Tubuhnya kurus dan lemas serta tidak bisa berjalan dan bicara. Kakinya terlihat sangat kecil, hanya sebesar pelepah daun pisang dan berat badannya tinggal tujuh kilogram. Keseharian Ade dirawat oleh nenek dan ayahnya, sedangkan ibunya menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri.
Engkas, nenek sang bocah menuturkan, Ade lahir dalam kondisi normal. Berat badannya mencapai tiga kilogram saat lahir. Namun, saat usia lima bulan ia terkena panas tinggi dan hanya dibawa ke bidan. Setelah mengalami sakit itu, pertumbuhan bocah ini mengalami gangguan. Ia tidak bisa melakukan apapun selain digendong, bahkan makan pun harus disuapi. Lantaran kondisinya, Ade belum dimasukkan ke sekolah layaknya teman-teman seusia.
Sementara itu, Tinggal, ayah sang bocah yang hanya bekerja sebagai kuli serabutan mengakui, dirinya tak pernah membawa Ade ke rumah sakit karena terkendala biaya. "Jangankan untuk berobat, untuk makan saja susah," kata Tinggal. Ia berharap pemerintah daerah setempat atau para dermawan mau memberikan bantuan berupa pengobatan dan asupan gizi buat anaknya.(ARL/YUS)
Saat ditemui SCTV, kondisi Ade, anak pasangan Tinggal dan Karsiti tersebut, sangat memprihatinkan. Tubuhnya kurus dan lemas serta tidak bisa berjalan dan bicara. Kakinya terlihat sangat kecil, hanya sebesar pelepah daun pisang dan berat badannya tinggal tujuh kilogram. Keseharian Ade dirawat oleh nenek dan ayahnya, sedangkan ibunya menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri.
Engkas, nenek sang bocah menuturkan, Ade lahir dalam kondisi normal. Berat badannya mencapai tiga kilogram saat lahir. Namun, saat usia lima bulan ia terkena panas tinggi dan hanya dibawa ke bidan. Setelah mengalami sakit itu, pertumbuhan bocah ini mengalami gangguan. Ia tidak bisa melakukan apapun selain digendong, bahkan makan pun harus disuapi. Lantaran kondisinya, Ade belum dimasukkan ke sekolah layaknya teman-teman seusia.
Sementara itu, Tinggal, ayah sang bocah yang hanya bekerja sebagai kuli serabutan mengakui, dirinya tak pernah membawa Ade ke rumah sakit karena terkendala biaya. "Jangankan untuk berobat, untuk makan saja susah," kata Tinggal. Ia berharap pemerintah daerah setempat atau para dermawan mau memberikan bantuan berupa pengobatan dan asupan gizi buat anaknya.(ARL/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
