Puluhan Imigran Afghanistan Demo Buka Baju
Achmad Yani27/02/2010 16:52
Liputan6.com, Sukabumi: Puluhan imigran Afghanistan dan Iran yang diamankan di kantor Imigrasi Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/2), melakukan aksi buka baju di halaman belakang instansi tersebut. Mereka sengaja melakukan itu sebagai bentuk protes atas penahanannya.
"Kami ingin dibebaskan karena memiliki dokumen," kata mereka sambil mengayun-ayunkan dokumen dari Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi.
Selain aksi buka baju, mereka juga menolak menerima nasi bungkus yang dibagikan petugas kepolisian. Mereka keberatan karena ditahan oleh polisi di Kantor Imigrasi dan menginginkan dikembalikan ke Bogor. Imigran tersebut juga memprotes penahanannya karena mereka tidak melakukan tindakan kriminal.
Salah seorang imigran dari Afghanistan, Sohail Hazarful, mengatakan, ia bersama rekan-rekannya hanya ingin berlibur untuk merayakan Maulid Nabi. Ia meninggalkan pemukiman di Cisarua, Bogor setelah mendapatkan tawaran piknik dari oknum TNI AD yang membawa tiga unit bus milik Kementerian Pertahanan. "Ternyata di tengah jalan kami ditangkap polisi," papar Sohail, seperti dilansir ANTARA.
Imigran lainnya, Ali Haedar, mengatakan, oknum TNI AD berseragam itu meminta uang untuk ongkos, tetapi hanya sebagian yang memberikan uang tersebut.
Sementara itu, komandan Kodim 0607/Sukabumi, Letkol (kav) Yusuf, mengatakan, hingga kini Polres Sukabumi didampingi Sub Denpom tengah melakukan penyelidikan adanya keterlibatan oknum TNI AD tersebut. Polisi juga sedang memeriksa dua petugas sipil dan seorang bintara yang membawa bus Kemenhan untuk mengangkut para imigran tersebut.
Para imigran yang terdiri dari empat wanita, tiga anak-anak dan kaum laki-laki itu, dua di antaranya telah memiliki paspor untuk berlibur ke Indonesia. Sedangkan yang lainnya memiliki surat resmi dari UNHCR.
Kasie Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Sukabumi, Irwan, mengaku pihaknya kini tengah melakukan pendataan berapa banyak imigran Afganistan yang telah memiliki dokumen dari UNHCR. Menurut dia, pihaknya kesulitan untuk melakukan pendataan karena mereka ingin dikembalikan ke tempat penampungan di Bogor.
Irwan menjelaskan, mereka ditahan dan di data di Kantor Imigrasi karena mereka melanggar aturan, salah satunya tidak boleh keluar dari wilayah Bogor dan Jakarta. "Saat ini kami masih menunggu petugas UNHCR dari Bogor untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
"Kami ingin dibebaskan karena memiliki dokumen," kata mereka sambil mengayun-ayunkan dokumen dari Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi.
Selain aksi buka baju, mereka juga menolak menerima nasi bungkus yang dibagikan petugas kepolisian. Mereka keberatan karena ditahan oleh polisi di Kantor Imigrasi dan menginginkan dikembalikan ke Bogor. Imigran tersebut juga memprotes penahanannya karena mereka tidak melakukan tindakan kriminal.
Salah seorang imigran dari Afghanistan, Sohail Hazarful, mengatakan, ia bersama rekan-rekannya hanya ingin berlibur untuk merayakan Maulid Nabi. Ia meninggalkan pemukiman di Cisarua, Bogor setelah mendapatkan tawaran piknik dari oknum TNI AD yang membawa tiga unit bus milik Kementerian Pertahanan. "Ternyata di tengah jalan kami ditangkap polisi," papar Sohail, seperti dilansir ANTARA.
Imigran lainnya, Ali Haedar, mengatakan, oknum TNI AD berseragam itu meminta uang untuk ongkos, tetapi hanya sebagian yang memberikan uang tersebut.
Sementara itu, komandan Kodim 0607/Sukabumi, Letkol (kav) Yusuf, mengatakan, hingga kini Polres Sukabumi didampingi Sub Denpom tengah melakukan penyelidikan adanya keterlibatan oknum TNI AD tersebut. Polisi juga sedang memeriksa dua petugas sipil dan seorang bintara yang membawa bus Kemenhan untuk mengangkut para imigran tersebut.
Para imigran yang terdiri dari empat wanita, tiga anak-anak dan kaum laki-laki itu, dua di antaranya telah memiliki paspor untuk berlibur ke Indonesia. Sedangkan yang lainnya memiliki surat resmi dari UNHCR.
Kasie Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Sukabumi, Irwan, mengaku pihaknya kini tengah melakukan pendataan berapa banyak imigran Afganistan yang telah memiliki dokumen dari UNHCR. Menurut dia, pihaknya kesulitan untuk melakukan pendataan karena mereka ingin dikembalikan ke tempat penampungan di Bogor.
Irwan menjelaskan, mereka ditahan dan di data di Kantor Imigrasi karena mereka melanggar aturan, salah satunya tidak boleh keluar dari wilayah Bogor dan Jakarta. "Saat ini kami masih menunggu petugas UNHCR dari Bogor untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
