Mubarok: Tak Ada Guna Lagi Mempertahankan Koalisi
Tim Liputan 6 SCTV26/02/2010 19:22
Liputan6.com, Jakarta: Kesimpulan akhir Panitia Khusus (Pansus) Century ternyata berujung pada retaknya koalisi partai pendukung pemerintah di Dewan Perwakilan Rakyat. Sepertinya sudah sejak awal Partai Demokrat memprediksi koalisi di parlemen tidak akan berlangsung lama. Kendati demikian, ini semua tidak lantas akan berakhir dengan reshuffle atau pergantian menteri.
Saat mendampingi penandatanganan kontrak koalisi antara partai-partai koalisi, Boediono pasti tidak menyangka jika dirinya akan dijadikan target bulan-bulanan oleh sebagian partai yang saat itu hadir. Kesimpulan Pansus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golkar yang adalah mitra koalisi ternyata justru menyebut Wakil Presiden dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bertanggung jawab atas skandal Century.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Prof. Ahmad Mubarok menyatakan, kemungkinan pecah koalisi sangat besar. Dengan semakin berkurangnya dukungan, Partai Demokrat menilai tidak ada gunanya lagi mempertahankan koalisi. Kendati demikian, Ahmad Mubarok menampik adanya ancaman reshuffle untuk lobi
politik.
Sebagai salah satu fraksi yang bersuara lantang, Partai Keadilan Sejahtera mengaku tak khawatir apalagi jika dituding melanggar kontrak koalisi dengan partai penguasa. Rentang waktu penyampaian hasil kerja Pansus di paripurna kini tinggal hitungan hari. Pansus ternyata belum mampu membongkar di balik penyimpangan arus dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun mengalir.(BJK/YUS)
Saat mendampingi penandatanganan kontrak koalisi antara partai-partai koalisi, Boediono pasti tidak menyangka jika dirinya akan dijadikan target bulan-bulanan oleh sebagian partai yang saat itu hadir. Kesimpulan Pansus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golkar yang adalah mitra koalisi ternyata justru menyebut Wakil Presiden dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bertanggung jawab atas skandal Century.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Prof. Ahmad Mubarok menyatakan, kemungkinan pecah koalisi sangat besar. Dengan semakin berkurangnya dukungan, Partai Demokrat menilai tidak ada gunanya lagi mempertahankan koalisi. Kendati demikian, Ahmad Mubarok menampik adanya ancaman reshuffle untuk lobi
politik.
Sebagai salah satu fraksi yang bersuara lantang, Partai Keadilan Sejahtera mengaku tak khawatir apalagi jika dituding melanggar kontrak koalisi dengan partai penguasa. Rentang waktu penyampaian hasil kerja Pansus di paripurna kini tinggal hitungan hari. Pansus ternyata belum mampu membongkar di balik penyimpangan arus dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun mengalir.(BJK/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
