Susno Tak Takut Bukunya Dijegal
Zumrotul Muslimin25/02/2010 22:11
Liputan6.com, Bogor: Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji mengaku tak takut jika bukunya berjudul "Bukan Testimoni Susno" dijegal di pasaran dan tak boleh diterbitkan. "Kenapa saya harus takut yang menulis buku bukan saya," ucapnya pada acara bedah buku dengan judul yang sama di Gramedia Ekalokasari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/2).
Buku ditulis oleh penulis buku dan juga wartawan senior Izharry Agusjaya Moenzir. Buku yang berisikan pernyataan jujur Susno seputar keterlibatan Polri dalam kasus Bank Century itu diakui Susno bukan sebagai buku putih. "Yang saya ungkapkan adalah fakta yang sebenarnya, buku ini bisa jadi buku yang menghujat bisa juga menjadi buku yang membenarkan," ucap Susno.
Buku setebal 138 halaman itu menceritakan sosok Susno apa adanya, kebenaran yang terjadi pada diri Susno dan bukan testimoni. "Testimoni itu derajat hukumnya rendah, yang saya ungkapkan adalah fakta sebenarnya jadi bukan testimoni," ucapnya. Dengan diluncurkannya buku ini, Susno berharap supaya masyarakat tau kenyataan yang sebenarnya.
Susno juga menolak jika buku ini diterbitkan sebagai upaya cuci tangan dirinya atas keterlibatan Polri pada kasus Century. Menurut dia, buku berisi 25 bab ini dibuat bukan untuk menelanjangi institusi tapi untuk menyelamatkan institusi Polri. "Ini bukan menelanjangi tapi buku ini sebagai rasa cinta saya terhadap institusi saya, dan saya ingin menyelamatkannya," ucapnya.
Buku tersebut diterbitkan oleh Gramedia sebanyak 40 ribu eksemplar untuk seluruh Indonesia. Sementara ketertarikan Izharry untuk menerbitkan buku ini dilandasi rasa bersalah karena telah menilai buruk terhadap Susno. Izharry menulis buku tersebut dalam tempo satu bulan. Ia berharap buku tersebut dapat menggungkap kebenaran yang harus diketahui oleh masyarakat.(JUM/Ant)
Buku ditulis oleh penulis buku dan juga wartawan senior Izharry Agusjaya Moenzir. Buku yang berisikan pernyataan jujur Susno seputar keterlibatan Polri dalam kasus Bank Century itu diakui Susno bukan sebagai buku putih. "Yang saya ungkapkan adalah fakta yang sebenarnya, buku ini bisa jadi buku yang menghujat bisa juga menjadi buku yang membenarkan," ucap Susno.
Buku setebal 138 halaman itu menceritakan sosok Susno apa adanya, kebenaran yang terjadi pada diri Susno dan bukan testimoni. "Testimoni itu derajat hukumnya rendah, yang saya ungkapkan adalah fakta sebenarnya jadi bukan testimoni," ucapnya. Dengan diluncurkannya buku ini, Susno berharap supaya masyarakat tau kenyataan yang sebenarnya.
Susno juga menolak jika buku ini diterbitkan sebagai upaya cuci tangan dirinya atas keterlibatan Polri pada kasus Century. Menurut dia, buku berisi 25 bab ini dibuat bukan untuk menelanjangi institusi tapi untuk menyelamatkan institusi Polri. "Ini bukan menelanjangi tapi buku ini sebagai rasa cinta saya terhadap institusi saya, dan saya ingin menyelamatkannya," ucapnya.
Buku tersebut diterbitkan oleh Gramedia sebanyak 40 ribu eksemplar untuk seluruh Indonesia. Sementara ketertarikan Izharry untuk menerbitkan buku ini dilandasi rasa bersalah karena telah menilai buruk terhadap Susno. Izharry menulis buku tersebut dalam tempo satu bulan. Ia berharap buku tersebut dapat menggungkap kebenaran yang harus diketahui oleh masyarakat.(JUM/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

