Ical: Presiden Pasti Tak Tahu  

24/02/2010 18:57
Liputan6.com, Jakarta: Pandangan akhir tiap fraksi di Panitia Khusus Hak Angket Bank Century telah disampaikan. Fraksi Partai Golkar adalah salah satu fraksi yang berseberangan dengan sikap partai pendukung pemerintah, Partai Demokrat [baca: Tujuh Fraksi Nyatakan Dana Talangan Century Bermasalah]. Padahal Golkar juga anggota koalisi pendukung pemerintah. Tak heran, belakangan Partai Golkar diisukan terancam dikeluarkan dari koalisi.

Sekretaris Jenderal PD Amir Syamsuddin pun sempat menyatakan kecewa karena mitra koalisi di parlemen ikut memojokkan pemerintah. Karena itu Amir mengusulkan kepada Presiden untuk menarik anggota kabinet yang membandel. Bahkan, Golkar disebut-sebut terancam dikeluarkan dari mitra koalisi. Menanggapi hal ini Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, kalaupun memang ada pernyataan seperti itu, tentu tidak diketahui Presiden. Artinya pernyataan itu bukan sikap resmi Presiden sehingga tak perlu dihiraukan. "Pasti Presiden gak tahu," ucap Ical saat berdialog dengan SCTV di Jakarta, Rabu (24/2).

Ical menjelaskan, koalisi dibangun di atas perjanjian kerja sama antara partai-partai politik dengan Presiden. Dengan demikian meskipun SBY berasal dari PD, kedudukan partai pemenang pemilu itu sejajar dengan partai pendukung pemerintah lainnya dalam koalisi. "Dalam koalisi, semuanya punya kontrak politik dengan Presiden RI. Bukan dengan Partai Demokrat," tegas mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I itu..

Ical juga membantah sikap berseberangan dengan PD di Pansus Bank Century adalah manuver politiknya untuk membidik kursi wakil presiden. Sejak awal, kata Ical, dirinya tak berminat kembali menjadi menteri apalagi wapres. Bahkan jabatan di berbagai perusahaan untuk mengurus bisnisnya pun ditinggalkan untuk berkonsentrasi sebagai Ketua Umum Golkar. "Saya ingin memajukan partai," imbuh Komisaris Utama Kelompok Usaha Bakrie itu.

Menurut Ical, Golkar tidak pernah bermaksud berseberangan dengan PD. Pandangan akhir Golkar dalam kasus Bank Century tidak didasarkan untuk melawan pihak manapun, melainkan berdasarkan fakta yang terkumpul. "Dalam mengumpulkan pendapat harus berdasarkan data dan fakta. Tidak boleh berdasarkan sentimen," ujar bekas Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia itu.

Karena itu Ical berjanji, sikap kritis Golkar dalam kasus Bank Century akan terus dipertahankan hingga Sidang Paripurna DPR, 4 Maret mendatang. "Insya Allah bisa mempertahankan," ucap Ical.(ZAQ)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler