Puluhan Tahun Dipelihara, Buaya Akhirnya Dilepas
Edy Junaedi22/02/2010 13:26
Liputan6.com, Mamuju: Setelah dua puluh tahun dirawat dan "dijadikan" salah satu anggota keluarga, seekor buaya yang dinamai Anugerah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (22/2), akhirnya dilepaskan kembali ke sungai atau habitatnya.
Anugerah sebelumnya dipelihara pasangan Abdul Aziz dan Nazia. Keduanya meyakini buaya tersebut adalah saudara kembar anaknya yang lahir dua puluh tahun lalu.
Proses pemindahan buaya dari kubangan yang menjadi tempat tinggalnya memakan waktu lebih dari satu jam. Bahkan, pemindahan ini sempat menjadi perhatian ratusan warga. Sekalipun jinak tubuh Anugerah sangat besar dan saat dilepas buaya tersebut tidak bisa menemukan jalan ke sungai. Warga terpaksa beramai-ramai menuntunnya ke sungai.
Abdul Aziz, pemelihara buaya menuturkan, keluarganya sangat sayang pada Anugerah. Namun, semakin bertambah besarnya buaya, Aziz mulai merasa kerepotan. Apalagi, biaya pemeliharaan reptil besar tersebut terus membengkak. Alhasil, dia akhirnya merelakan Anugerah dilepas kembali.
Kini, Aziz mungkin harus mencari cara menemui Anugerah di habitat aslinya. Terutama, bila kelak dirundung rindu.(ARL/ANS)
Anugerah sebelumnya dipelihara pasangan Abdul Aziz dan Nazia. Keduanya meyakini buaya tersebut adalah saudara kembar anaknya yang lahir dua puluh tahun lalu.
Proses pemindahan buaya dari kubangan yang menjadi tempat tinggalnya memakan waktu lebih dari satu jam. Bahkan, pemindahan ini sempat menjadi perhatian ratusan warga. Sekalipun jinak tubuh Anugerah sangat besar dan saat dilepas buaya tersebut tidak bisa menemukan jalan ke sungai. Warga terpaksa beramai-ramai menuntunnya ke sungai.
Abdul Aziz, pemelihara buaya menuturkan, keluarganya sangat sayang pada Anugerah. Namun, semakin bertambah besarnya buaya, Aziz mulai merasa kerepotan. Apalagi, biaya pemeliharaan reptil besar tersebut terus membengkak. Alhasil, dia akhirnya merelakan Anugerah dilepas kembali.
Kini, Aziz mungkin harus mencari cara menemui Anugerah di habitat aslinya. Terutama, bila kelak dirundung rindu.(ARL/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
