Rencana Penarikan Pajak PSK Menuai Protes  

Aloysius Aran
18/02/2010 17:45
Liputan6.com, Batam: Rencana penarikan pajak dari pekerja seks komersial (PSK) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menuai protes. Menurut Nacing, pengelola bar di pusat rehabilitasi sosial non-panti, Kamis (18/2), penarikan pajak dari PSK sulit dilaksanakan. Sementara itu, tokoh Majelis Ulama Indonesia dan akademisi menilai usulan teresebut justru akan menambah permasalahan.

Para PSK di Kota Batam selama ini banyak yang ditampung di pusat rehabilitasi sosial non-panti di Tanjung Uncang. Sejak dibangun delapan tahun lalu, lokasi ini telah mengirim pulang ratusan PSK ke kampung halaman. Mereka yang ditampung di pusat rehabilitasi atau yang lebih dikenal dengan Sintai ini, berasal dari warung remang remang, bar-bar, dan lokalisasi liar yang tersebar di seluruh sudut Kota Batam.

Menurut data Dinas Sosial Kota Batam, sedikitnya terdapat 83 lokasi transaksi prostitusi yang nantinya akan menjadi target rehabilitasi. Hal inilah yang mendorong munculnya ide untuk menarik pajak bagi PSK agar dana yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk kebaikan mereka sendiri [baca: Alamak! PSK akan Dikenai Pajak?].(IAN)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
srimartxxx | iyxxx@ymxxx.com| 2011-04-07 10:18:56
knp mst dipungut pajak terhadap psk,sdngkan itu mrpkn penghsln hrm,jd sy mmnt pd pmrnth untk mncr jalan solusi mngenai psk tersebut?
axxx | andreansusantxxx@yaxxx.co| 2010-08-06 06:26:20
yakin pak hasil pajak 10% itu untuk kebaikan mereka sendiri??? jangan2 ini semua hanya akal2an angota dewan yg terhormat untuk mendapat kan uang saku yg lebih banyak !!!!! mana ada pekerjaan haram di kenai pajak ada2 aja pak........
loxxx | maxsis_xxx@yaxxx.com| 2010-08-04 08:18:52
T E R L A L U

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler