Kramat Raya Diusulkan Menjadi Jalan Gus Dur
Teguh Raharjo17/02/2010 18:16
Liputan6.com, Jakarta: Anda yang kerap melintas dari arah Jalan Salemba menuju kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, mesti melewati Jalan Kramat Raya. Nah di salah satu jalan inilah berdiri Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Di gedung ini, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kerap menghabiskan waktunya. Entah berhubungan atau tidak, belakangan muncul ide agar Pemerintah DKI mengganti nama Jalan Kramat Raya menjadi Jalan Gus Dur. Pengusul ide ini adalah Biro Konsultasi Indonesia di Jakarta, Rabu (17/2).
Sejak wafat akhir Desember silam, wacana soal Gus Dur memang terus berkembang. Setelah resmi ditetapkan sebagai Bapak Imlek karena kontribusinya menghidupkan kembali perayaan Tahun Baru Cina, cucu dari tokoh pendiri NU Hasyim Anshari itu terus mendapat sorotan.
Mulai dari rencana memberikan gelar pahlawan, bapak pluralisme, hingga gelar orang suci dari komunitas etnis Cina [baca: Gus Dur Digelari Orang Suci]. Pro dan kontra pun kerap mengiringi pemberian penghargaan itu. Rupanya penggantian nama Jalan Kramat Raya pun tak akan bebas dari polemik. Terlebih sejarah jalan tersebut cukup panjang, yaitu sejak zaman kolonialisme Belanda.(ZAQ)
Sejak wafat akhir Desember silam, wacana soal Gus Dur memang terus berkembang. Setelah resmi ditetapkan sebagai Bapak Imlek karena kontribusinya menghidupkan kembali perayaan Tahun Baru Cina, cucu dari tokoh pendiri NU Hasyim Anshari itu terus mendapat sorotan.
Mulai dari rencana memberikan gelar pahlawan, bapak pluralisme, hingga gelar orang suci dari komunitas etnis Cina [baca: Gus Dur Digelari Orang Suci]. Pro dan kontra pun kerap mengiringi pemberian penghargaan itu. Rupanya penggantian nama Jalan Kramat Raya pun tak akan bebas dari polemik. Terlebih sejarah jalan tersebut cukup panjang, yaitu sejak zaman kolonialisme Belanda.(ZAQ)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
