Merugi, Delapan BUMN Akan Direstrukturisasi
15/02/2010 13:28
Liputan6.com, Jakarta: Kementerian BUMN akan mengkaji restrukturisasi delapan perusahaan milik negara melalui bantuan PT Perusahaan Pengelola Aset serta Penyuntikan Modal Negara (PMN). "Program restrukturisasi dilakukan terhadap perusahaan yang kinerja keuangan belum optimal dan BUMN rugi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Senin (15/2)
Menurut Mustafa, delapan perusahaan itu adalah PT Kertas Leces, PT Survey Udara Penas, PT Djakarta Lloyd, Perusahaan Film Negara, PT Kertas Kraft Aceh, PT Balai Pustaka, PT Industri Sandang, dan PT Semen Kupang.
Restrukturisasi dilakukan karena BUMN yang bersangkutan masih memiliki prospek bisnis. Dari data Kementerian BUMN, seluruh perusahaan tersebut mengalami kerugian pada tahun buku 2008, meski pada 2009 beberapa di antaranya mengalami peningkatan kinerja.
Adapun langkah penyelesaian bervariasi, seperti Kertas Leces akan disinergikan dengan BUMN Perkebunan untuk keperluan bahan baku. Selain itu, perusahaan juga melakukan konversi bahan bakar gas ke batubara.
PT Kertas Kraft Aceh, selain masuk dalam kajian PPA juga sedang berupaya menyelesaikan masalah sumber bahan baku kayu dan gas.
Balai Pustaka, penyebab kerugian karena kehilangan captive market dengan dicabutnya proyek buku pelajaran dari Diknas. Kualitas aset dna kondisi operasional memprihatinkan dan beban pegawai tinggi. "Semuanya sedang dikaji. Tidak dapat ditargetkan selesai tahun ini, tapi diupayakan sesegera mungkin," ujar Mustafa.(ADO/Ant)
Menurut Mustafa, delapan perusahaan itu adalah PT Kertas Leces, PT Survey Udara Penas, PT Djakarta Lloyd, Perusahaan Film Negara, PT Kertas Kraft Aceh, PT Balai Pustaka, PT Industri Sandang, dan PT Semen Kupang.
Restrukturisasi dilakukan karena BUMN yang bersangkutan masih memiliki prospek bisnis. Dari data Kementerian BUMN, seluruh perusahaan tersebut mengalami kerugian pada tahun buku 2008, meski pada 2009 beberapa di antaranya mengalami peningkatan kinerja.
Adapun langkah penyelesaian bervariasi, seperti Kertas Leces akan disinergikan dengan BUMN Perkebunan untuk keperluan bahan baku. Selain itu, perusahaan juga melakukan konversi bahan bakar gas ke batubara.
PT Kertas Kraft Aceh, selain masuk dalam kajian PPA juga sedang berupaya menyelesaikan masalah sumber bahan baku kayu dan gas.
Balai Pustaka, penyebab kerugian karena kehilangan captive market dengan dicabutnya proyek buku pelajaran dari Diknas. Kualitas aset dna kondisi operasional memprihatinkan dan beban pegawai tinggi. "Semuanya sedang dikaji. Tidak dapat ditargetkan selesai tahun ini, tapi diupayakan sesegera mungkin," ujar Mustafa.(ADO/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
