Utang Judi Etherington Capai Rp 22 Miliar
Stoke City ME Gunawan14/02/2010 14:05
Liputan6.com, Stoke-on-Trent: Bukan rahasia umum jika para pesepakbola profesional di Liga Premier Inggris keranjingan menghamburkan duitnya di meja judi. Salah satunya, winger Stoke City, Matthew Etherington. Gara-gara hobinya yang kelewat batas, Etherington kerap berutang. Para bandar taruhan pun ramai-ramai memburunya (Baca: Utang Judi Jerat Etherington).
Ternyata, luar biasa besarnya utang judi yang menjerat Etherington. Lebih besar dari 800 ribu pound seperti kabar sebelumnya. Dalam wawancaranya dengan Daily Mail, mantan gelandang West Ham United berusia 28 tahun itu mengaku ia terlilit utang judi—baik dari pacuan anjing, kuda, dan poker—sampai kitaran 1,5 juta pound atau sekitar Rp 22 miliar. “Saya sampai pada kondisi dimana saya tidak peduli lagi berapa banyak saya menang atau kalah. Saya tidak memikirkannya. Saya benar-benar berada sampai titik nadir,” aku Etherington.
Meskipun menerima pinjaman dari The Hammers sebesar 300 ribu pound, Etherington masih harus menanggung utang dalam jumlah yang lebih banyak. “Saya berhasil melunasi sejumlah utang yang saya miliki. Tapi, sisanya masih terlampau besar, sekitar 800 ribu pound. Jumlah kekalahan yang saya alami lebih banyak dari itu. Pastinya, sekitar 1,5 juta pound,” tegasnya.
Setelah mendapat konfrontasi dari keluarganya, pada September 2009 Etheringon mulai mencari pertolongan guna menyelesaikan kasus utangnya itu. Etheringon pun menghabiskan waktu selama seminggu di Sporting Chance Centre selama kompetisi libur terkait jadwal pertandingan internasional, Oktober 2009. Kini, Etherington mengaku sudah tobat.(MEG/Daily Mail)
Ternyata, luar biasa besarnya utang judi yang menjerat Etherington. Lebih besar dari 800 ribu pound seperti kabar sebelumnya. Dalam wawancaranya dengan Daily Mail, mantan gelandang West Ham United berusia 28 tahun itu mengaku ia terlilit utang judi—baik dari pacuan anjing, kuda, dan poker—sampai kitaran 1,5 juta pound atau sekitar Rp 22 miliar. “Saya sampai pada kondisi dimana saya tidak peduli lagi berapa banyak saya menang atau kalah. Saya tidak memikirkannya. Saya benar-benar berada sampai titik nadir,” aku Etherington.
Meskipun menerima pinjaman dari The Hammers sebesar 300 ribu pound, Etherington masih harus menanggung utang dalam jumlah yang lebih banyak. “Saya berhasil melunasi sejumlah utang yang saya miliki. Tapi, sisanya masih terlampau besar, sekitar 800 ribu pound. Jumlah kekalahan yang saya alami lebih banyak dari itu. Pastinya, sekitar 1,5 juta pound,” tegasnya.
Setelah mendapat konfrontasi dari keluarganya, pada September 2009 Etheringon mulai mencari pertolongan guna menyelesaikan kasus utangnya itu. Etheringon pun menghabiskan waktu selama seminggu di Sporting Chance Centre selama kompetisi libur terkait jadwal pertandingan internasional, Oktober 2009. Kini, Etherington mengaku sudah tobat.(MEG/Daily Mail)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
