Kinerja Kemenhan Dikritik DPR
14/02/2010 13:06
Liputan6.com, Jakarta: Juru bicara Fraksi Partai Golkar di Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi, atas nama rekan-rekannya mengeritik kinerja Kementerian Pertahanan yang hingga kini belum menyelesaikan master plan Pertahanan Nasional. "Kan sulit menyatakan kinerja mereka baik bila master plan-nya saja tidak tuntas," ujarnya di Jakarta, Ahad (14/2).
Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, apa yang dilakukan (Kemenhan) pimpinan Menteri Purnomo Yusgiantoro bisa tidak terencana, karena tak memiliki skala prioritas. "Padahal, dalam masa persidangan pertama DPR periode ini, blue print (cetak biru) pertahanan dimasukkan dalam program 100 hari kerja mereka dan akan disampaikan kepada Komisi I DPR," ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini kemudian menyoroti cara Kemenhan yang terkesan tebang pilih dalam memberikan informasi kepada Komisi Informasi, Pertahanan dan Luar Negeri DPR tersebut. "Tak jarang Kemenhan hanya memberikan informasi kepada segelintir orang di Dewan. Kan lucu, kita baru tahu tentang rencana Kemenhan dari media massa," tanyanya dalam nada tinggi.
Sikap ini, menurutnya, merupakan perilaku tidak baik dan bisa mengganggu kemitraan yang sudah bagus sejak periode sebelumnya ketika Komisi I DPR dipimpin politisi Partai Golkar, Theo L Sambuaga. "Saya melihat sekarang, paradigma Kemenhan masih kembali ke gaya lama dan belum berubah. Padahal, anggota Dewan sekarang sudah berubah," katanya.(ADO/Ant)
Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, apa yang dilakukan (Kemenhan) pimpinan Menteri Purnomo Yusgiantoro bisa tidak terencana, karena tak memiliki skala prioritas. "Padahal, dalam masa persidangan pertama DPR periode ini, blue print (cetak biru) pertahanan dimasukkan dalam program 100 hari kerja mereka dan akan disampaikan kepada Komisi I DPR," ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini kemudian menyoroti cara Kemenhan yang terkesan tebang pilih dalam memberikan informasi kepada Komisi Informasi, Pertahanan dan Luar Negeri DPR tersebut. "Tak jarang Kemenhan hanya memberikan informasi kepada segelintir orang di Dewan. Kan lucu, kita baru tahu tentang rencana Kemenhan dari media massa," tanyanya dalam nada tinggi.
Sikap ini, menurutnya, merupakan perilaku tidak baik dan bisa mengganggu kemitraan yang sudah bagus sejak periode sebelumnya ketika Komisi I DPR dipimpin politisi Partai Golkar, Theo L Sambuaga. "Saya melihat sekarang, paradigma Kemenhan masih kembali ke gaya lama dan belum berubah. Padahal, anggota Dewan sekarang sudah berubah," katanya.(ADO/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
