Dana Promosi Pariwisata Diduga Dikorupsi
09/02/2010 18:13
Liputan6.com, Denpasar: Pihak DPRD Bali kini sedang menelusuri dugaan terjadinya korupsi mencapai Rp 3 miliar atas dana promosi pariwisata oleh oknum pegawai di lingkungan Dinas Pariwisata Provinsi Bali. "Dugaan korupsi itu terkait dana promosi ke luar negeri dalam kurun waktu 2002 hingga 2008," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Bali, Utami Dwi Suryadi di Renon, Denpasar, Selasa (9/2).
Ia mengatakan, pihak Dewan bersama eksekutif akan melakukan penyelidikan terkait adanya pengaduan melalui surat kaleng. Isinya menyebutkan telah terjadi tindak korupsi di instansi pemerintah yang konsen terhadap kepariwisataan Pulau Dewata. "Meski surat kaleng, dalam surat tersebut juga dilengkapi lampiran salinan kuitansi dana yang dikeluarkan untuk melakukan acara promosi pariwisata ke tiga negara," katanya.
Dikatakan, dalam surat itu disebutkan tiga negara tujuan promosi pariwisata, yaitu World Travel Market di London, ITB Berlin, dan JATA di Jepang. "Kalau ternyata dalam menyelidikan ada indikasi mengarah korupsi, tentu akan diperdalam dengan pembuktian dokumen perjalanan promosi kepariwisataan pada saat itu," kata politisi Partai Demokrat ini seperti dikutip ANTARA.
Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai menghadiri sidang DPRD Bali mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyelidiki isu korupsi di lingkungan Disparda. "Kita tunggu hasilnya, apa benar atau tidak," kata Mangku Pastika.(ADO)
Ia mengatakan, pihak Dewan bersama eksekutif akan melakukan penyelidikan terkait adanya pengaduan melalui surat kaleng. Isinya menyebutkan telah terjadi tindak korupsi di instansi pemerintah yang konsen terhadap kepariwisataan Pulau Dewata. "Meski surat kaleng, dalam surat tersebut juga dilengkapi lampiran salinan kuitansi dana yang dikeluarkan untuk melakukan acara promosi pariwisata ke tiga negara," katanya.
Dikatakan, dalam surat itu disebutkan tiga negara tujuan promosi pariwisata, yaitu World Travel Market di London, ITB Berlin, dan JATA di Jepang. "Kalau ternyata dalam menyelidikan ada indikasi mengarah korupsi, tentu akan diperdalam dengan pembuktian dokumen perjalanan promosi kepariwisataan pada saat itu," kata politisi Partai Demokrat ini seperti dikutip ANTARA.
Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai menghadiri sidang DPRD Bali mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk menyelidiki isu korupsi di lingkungan Disparda. "Kita tunggu hasilnya, apa benar atau tidak," kata Mangku Pastika.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
