Petani di Kendal Panen Lebih Dini
Wahyudi09/02/2010 18:04
Liputan6.com, Kendal: Para petani di Kendal Kota dan Patebon Kendal, Kendal, Jawa Tengah, terpaksa memanen dini tanaman padinya akibat diterjang banjir dan angin puting beliung beberapa waktu lalu. Petani dipastikan merugi karena hasil panen berkurang. Kondisi ini diperparah dengan serangan hama wereng dan tikus.
Biasanya dari sawah seluas satu hektare, para petani bisa mendapatkan lima ton gabah. Namun, dengan panen dini ini diperkirakan mereka hanya mendapatkan sekitar satu ton gabah.
Selain itu, para petani terpaksa menjual hasil panen secara borongan, antara empat hingga lima juta per hektarenya. Padahal, jika hasil padi bagus petani bisa mendapatkan keuntungan hingga tujuh juta rupiah.
Dari data dinas pertanian setempat, jumlah lahan sawah yang rusak akibat diterjang banjir dan angin puting beliung mencapai
20 hektare. "Harga gabah basah per kilogram antara Rp 2.600 hingga Rp 2.900, sedangkan harga pembelian dari petani (HPP) yang ditentukan pemerintah Rp 2.640 rupiah per kilogram," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kendal Subeidi.(IDS/SHA)
Biasanya dari sawah seluas satu hektare, para petani bisa mendapatkan lima ton gabah. Namun, dengan panen dini ini diperkirakan mereka hanya mendapatkan sekitar satu ton gabah.
Selain itu, para petani terpaksa menjual hasil panen secara borongan, antara empat hingga lima juta per hektarenya. Padahal, jika hasil padi bagus petani bisa mendapatkan keuntungan hingga tujuh juta rupiah.
Dari data dinas pertanian setempat, jumlah lahan sawah yang rusak akibat diterjang banjir dan angin puting beliung mencapai
20 hektare. "Harga gabah basah per kilogram antara Rp 2.600 hingga Rp 2.900, sedangkan harga pembelian dari petani (HPP) yang ditentukan pemerintah Rp 2.640 rupiah per kilogram," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kendal Subeidi.(IDS/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
