Rumah Sakit Dilaporkan Keluarga Korban ke Polisi
Yudhistira09/02/2010 11:40
Liputan6.com, Medan: Kasus dugaan malpraktik terhadap Ananda Agustina Lubis, bayi berusia empat bulan di Rumah Sakit Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa, (9/2) terus memanas. Pihak keluarga korban kini sudah menyiapkan kuasa hukum. Sikap ini diambil karena pihak RS Adam Malik menolak bertanggung jawab.
Untuk membahas permasalahan tersebut, ibu sang bayi, Nurasiyah Munthe, warga asal Labuhan Batu, Medan, melakukan pembicaraan dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Medan, dokter Nurrasyid Lubis. Dalam pertemuan ini, pihak keluarga Ananda secara tegas meminta pertanggungjawaban pihak RS Adam Malik yang diduga telah melakukan kecerobohan.
Akibat kecerobohan itu, Ananda yang sebelumnya hanya menderita kelainan jantung harus menderita penyakit lain pascapembedahan. Nurasiyah mengatakan, dirinya akan meminta komitmen tim medis dan pihak rumah sakit yang menangani putri keduanya tersebut. Sementara itu, Nurrasyid Lubis, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit Adam Malik, membantah adanya malapraktik dalam kasus ini.
Seperti diketahui, Ananda pada awalnya didiagnosis. Kemudian dilakukan operasi. Namun dalam proses pembedahan, urat arteri bayi malang ini terluka dan menimbulkan pendarahan. Tim dokter RS Adam Malik lalu menghentikan operasi jantung yang kini masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Tim dokter RS Adam Malik akhirnya hanya memfokuskan pengobatan pada luka pendarahan di tubuh Ananda dan menyatakan tidak sanggup untuk mengobati Ananda selanjutnya. Pihak keluarga Ananda berpendapat, jalur hukum adalah satu-satunya cara yang bisa ditempuh.(ARL/YUS)
Untuk membahas permasalahan tersebut, ibu sang bayi, Nurasiyah Munthe, warga asal Labuhan Batu, Medan, melakukan pembicaraan dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Medan, dokter Nurrasyid Lubis. Dalam pertemuan ini, pihak keluarga Ananda secara tegas meminta pertanggungjawaban pihak RS Adam Malik yang diduga telah melakukan kecerobohan.
Akibat kecerobohan itu, Ananda yang sebelumnya hanya menderita kelainan jantung harus menderita penyakit lain pascapembedahan. Nurasiyah mengatakan, dirinya akan meminta komitmen tim medis dan pihak rumah sakit yang menangani putri keduanya tersebut. Sementara itu, Nurrasyid Lubis, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit Adam Malik, membantah adanya malapraktik dalam kasus ini.
Seperti diketahui, Ananda pada awalnya didiagnosis. Kemudian dilakukan operasi. Namun dalam proses pembedahan, urat arteri bayi malang ini terluka dan menimbulkan pendarahan. Tim dokter RS Adam Malik lalu menghentikan operasi jantung yang kini masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Tim dokter RS Adam Malik akhirnya hanya memfokuskan pengobatan pada luka pendarahan di tubuh Ananda dan menyatakan tidak sanggup untuk mengobati Ananda selanjutnya. Pihak keluarga Ananda berpendapat, jalur hukum adalah satu-satunya cara yang bisa ditempuh.(ARL/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Feature Online Nokia 800
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Hilton Shopping Gallery
Housing luxury brands & Fashion. Located in Orchard Road, Singapore
www.hiltonshoppinggallery.com
Housing luxury brands & Fashion. Located in Orchard Road, Singapore
www.hiltonshoppinggallery.com
