Kini Saatnya Memandikan Para "Dewa"

Teguh Hadi Prayitno
Kini Saatnya Memandikan Para "Dewa"
Prosesi memandikan patung dewa di Kelenteng Tay Kek Sie, Semarang, Jateng.
09/02/2010 07:56
Liputan6.com, Semarang: Patung para dewa di berbagai kelenteng sudah lazim dimandikan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Tak terkecuali di Kelenteng Tay Kek Sie di Gang Lombok 66, Semarang, Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan SCTV, pengelola kelenteng membersihkan sekitar 50 patung penggambaran berbagai jenis dewa.

Penganut Konghucu percaya menjelang Imlek ini para dewa menghuni patung sedang berada di kayangan untuk melaporkan berbagai persoalan dunia. Karena itu menjelang imlek patung dalam keadaan kosong sehingga menjadi saat yang tepat untuk dibersihkan. Sehingga mana kala para dewa kembali, patung tempat bersemayam sudah bersih. Dengan demikian keinginan manusia akan lebih diperhatikan dewa.

Kelenteng Tay Kek Sie adalah kelenteng tertua di Semarang. Didirikan pada 1772 oleh seorang saudagar bernama Kho Ping. Sebelumnya kelenteng ini berada di Gang Cilik. Namun saat terjadi kerusuhan antaretnik, kelenteng di Gang Cilik ikut menjadi korban. Meski demikian berbagai peralatan peribadatan serta beberapa patung dewa berhasil diselamatkan. Oleh Kho Ping-lah peralatan peribadatan tersebut dibuatkan sebuah bangunan kelenteng dengan nama Tay Kek Sie.(ZAQ)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video