Jelang Perayaan Revolusi Iran, Oposisi Siapkan Demo
Addy Hasan07/02/2010 23:02
Liputan6.com, Teheran: Nampaknya krisis Iran masih terus berlanjut. Kepolisian Iran mengingatkan akan bertindak tegas terhadap aksi demonstrasi yang disebut sebagai pertemuan illegal. Demonstrasi disiapkan pihak oposisi bersamaan dengan peringatan revolusi Iran.
Kepala Kepolisian Iran, Ismail Ahmadi Moghaddam secara tidak resmi kepada stasiun TV Iran, ILNA dikutip situs CNN, Ahad (7/2), aparat akan bertindak jika keamanan nasional terancam atau jika "moral suci" dihina atas nama kritik dan protes. Ia menambahkan pasukan keamanan menggunakan teknologi untuk mencegah kerusakan dalam masyarakat, dan dan memantau setiap pesan teks dan e-mail di internet.
Sebelumnya, melalui situs oposisi dua pemimpin oposisi Iran menyerukan pendukungnya untuk mengadakan protes Kamis depan, menuntut hak sebagai warga negara Iran, saat perayaan Revolusi Islam tahun 1979. Seruan ini hasil pertemuan kedua pemimpin oposisi Karroubi dan Mir Mehdi Hossein Moussavi saat bertemu pekan lalu di rumah Karroubi.
Hal ini menambah suasana politik Iran semakin memanas, setelah pekan lalu, Iran menghukum gantung Mohammed Ali Reza Zamani, dan Arash Rahmanipour atas tuduhan menjadi "musuh Allah" dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintahan. Keduanya pendukung oposisi. Iran hingga kini masih dilanda krisis politik setelah sengketa pemilu presiden 12 Juni lalu.(AYB)
Kepala Kepolisian Iran, Ismail Ahmadi Moghaddam secara tidak resmi kepada stasiun TV Iran, ILNA dikutip situs CNN, Ahad (7/2), aparat akan bertindak jika keamanan nasional terancam atau jika "moral suci" dihina atas nama kritik dan protes. Ia menambahkan pasukan keamanan menggunakan teknologi untuk mencegah kerusakan dalam masyarakat, dan dan memantau setiap pesan teks dan e-mail di internet.
Sebelumnya, melalui situs oposisi dua pemimpin oposisi Iran menyerukan pendukungnya untuk mengadakan protes Kamis depan, menuntut hak sebagai warga negara Iran, saat perayaan Revolusi Islam tahun 1979. Seruan ini hasil pertemuan kedua pemimpin oposisi Karroubi dan Mir Mehdi Hossein Moussavi saat bertemu pekan lalu di rumah Karroubi.
Hal ini menambah suasana politik Iran semakin memanas, setelah pekan lalu, Iran menghukum gantung Mohammed Ali Reza Zamani, dan Arash Rahmanipour atas tuduhan menjadi "musuh Allah" dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintahan. Keduanya pendukung oposisi. Iran hingga kini masih dilanda krisis politik setelah sengketa pemilu presiden 12 Juni lalu.(AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
