Grebeg Sudiro, Potret Pembauran Etnis Jawa dan Cina  

Wiwik Susilo
07/02/2010 22:47
Liputan6.com, Solo: Warga Solo, Jawa Tengah, menggelar tradisi Grebeg Sudiro dalam rangka menyambut Tahun Baru Cina atau Imlek, Ahad (7/2). Ritual diawali dengan mengarak gunungan ribuan kue keranjang dari kampung Sudiroprajan menuju Klenteng Pasar Gede Solo.

Kirab gunungan kue keranjang diiringi dengan aksi kesenian baik dari budaya Cina seperti liong dan barongsai hingga kesenian budaya Jawa seperti reog Ponorogo dan tarian-tarian tradisonal. Rombongan disambut ribuan warga yang telah berkumpul di Pasar Gede Solo.

Ribuan warga dari anak-anak hingga dewasa merangsek dan saling dorong. Warga begitu antusias menyaksikan perpaduan kesenian Jawa dan Cina. Puncak acara diakhiri rebutan kue keranjang oleh warga. Dari anak kecil hingga dewasa berebut gunungan kue keranjang. Rebutan kue keranjang memiliki makna tersendiri yakni manusia harus bekerja keras untuk mendapatkan kesuksesan.

Grebeg Sudiro merupakan gambaran masyarakat pluralis serta kerukunan umat beragama dan etnis di Kota Solo khususnya di daerah Sudiroprajan. Tak heran jika acara ini diselenggarakan jelang Imlek. Mengingat pada masa lalu Sudiroprajan adalah pembauran warga Tionghua dan Jawa.

Tradisi ini telah agenda tahunan yang selalu diselenggarakan warga Desa Sudiroprajan sejak tiga tahun terakhir. Tidak hanya digelar oleh masyarakat Tionghua tapi juga masyarakat umum khususnya warga Sudiroprajan. Kegiatan sebagai potret pembauran warga etnis Jawa dan Tionghoa.(JUM)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler