Astaga! Hanya karena Rokok Pelajar SMP Nekad Mencuri
Dirgo Suyono07/02/2010 19:22
Liputan6.com, Ponorogo: Tidak punya uang untuk membeli rokok dan bermain Play Station (PS), empat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (7/2) nekad mencuri. Meski tidak ditahan, namun polisi tetap melakukan proses pembinaan terhadap para tersangka.
Keempat pelajar yang terdiri dari Rus (17) dan Erw (15), warga Desa Bringinan, serta Ded (14), dan Sof (16) warga desa Ngumpul, Kecamatan Jambon, tersebut digelandang Polisi Sektor Balong ke lokasi pencurian. Mereka diminta untuk memperagakan bagaimana cara mereka melakukan aksinya.
Meski banyak warga yang melihat, namun keempat pelajar ini dengan tenang memperagakan atau mempraktekkan satu persatu adegan aksi pencurian yang pernah mereka lakukan. Dihadapan Polisi, para pelaku mengaku sudah lima kali melakukan aksi pencurian. Selain di sejumlah warung, pelaku sebelumnya juga melakukan aksinya, dengan mencuri sebuah kotak amal di sebuah Masjid di Kecamatan Balongan, Ponorogo.
Salah seorang tersangka, Sof (16) mengatakan, "Saya dan teman-temannya mencuri karena terpaksa, karena tidak memiliki uang jajan untuk membeli rokok dan bermain PS." Bocah kelas dua SMP ini juga mengatakan, orang tuanya tidak pernah mengetahui bahwa ia bersama teman-temannya melakukan pencurian.
Meski terbukti dengan sah melakukan pencurian, namun Polisi menyatakan tidak akan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Kapolsek Balong, Ajun Komisaris Polisi Suwito mengatakan, menimbang status mereka yang masih anak-anak, dan masih butuh asuhan pendidikan, maka para pelajar ini tidak akan ditahan, tapi akan dibina.
Suwito menjelaskan, Polisi akan melibatkan pihak sekolah untuk penyelesaian kasus ini secara formal. Untuk itu Polisi akan menyerahkan keempat pelaku tersebut kepada orang tua serta guru mereka masing-masing. Sehingga keempat tersangka bisa dibina, dan tidak akan mengulangi perbuatannya.(ARL/AYB)
Keempat pelajar yang terdiri dari Rus (17) dan Erw (15), warga Desa Bringinan, serta Ded (14), dan Sof (16) warga desa Ngumpul, Kecamatan Jambon, tersebut digelandang Polisi Sektor Balong ke lokasi pencurian. Mereka diminta untuk memperagakan bagaimana cara mereka melakukan aksinya.
Meski banyak warga yang melihat, namun keempat pelajar ini dengan tenang memperagakan atau mempraktekkan satu persatu adegan aksi pencurian yang pernah mereka lakukan. Dihadapan Polisi, para pelaku mengaku sudah lima kali melakukan aksi pencurian. Selain di sejumlah warung, pelaku sebelumnya juga melakukan aksinya, dengan mencuri sebuah kotak amal di sebuah Masjid di Kecamatan Balongan, Ponorogo.
Salah seorang tersangka, Sof (16) mengatakan, "Saya dan teman-temannya mencuri karena terpaksa, karena tidak memiliki uang jajan untuk membeli rokok dan bermain PS." Bocah kelas dua SMP ini juga mengatakan, orang tuanya tidak pernah mengetahui bahwa ia bersama teman-temannya melakukan pencurian.
Meski terbukti dengan sah melakukan pencurian, namun Polisi menyatakan tidak akan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Kapolsek Balong, Ajun Komisaris Polisi Suwito mengatakan, menimbang status mereka yang masih anak-anak, dan masih butuh asuhan pendidikan, maka para pelajar ini tidak akan ditahan, tapi akan dibina.
Suwito menjelaskan, Polisi akan melibatkan pihak sekolah untuk penyelesaian kasus ini secara formal. Untuk itu Polisi akan menyerahkan keempat pelaku tersebut kepada orang tua serta guru mereka masing-masing. Sehingga keempat tersangka bisa dibina, dan tidak akan mengulangi perbuatannya.(ARL/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
