Curah Hujan Tinggi, Ganggu Produksi Beras
Budi Harto07/02/2010 17:20
Liputan6.com, Pemalang: Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan produksi beras di sentra penghasil beras di Pemalang, Jawa Tengah, Ahad (7/2) terganggu. Harga beras di pasaran pun menjadi semakin mahal. Sejak musim hujan tiba, proses pengeringan gabah menjadi terhambat hingga empat hari.
Padahal pada saat cuaca normal, proses pengeringan gabah paling lama hanya memakan waktu dua hari saja. Saat ini para pengusaha beras terpaksa hanya menumpuk gabah-gabah tersebut dan menutupinya dengan plastik atau terpal agar tidak rusak dan basah terkena air hujan.
Slamet Sampang, salah seorang pengusaha penggilingan padi di Kecamatan Beji mengatakan, sejak musim hujan tiba, produksi berasnya merosot drastis. Dalam kondisi normal, sehari ia mampu memproduksi beras hingga 20 ton, tapi kini tidak lebih dari 10 sampai 15 ton saja. Bahkan menurutnya akibat tingginya curah hujan, tidak sedikit usaha penggilingan padi di wilayah Pemalang yang terpaksa menutup usahanya.
Dari Pantauan SCTV di sejumlah pasar beras, harga beras kini semakin mahal. Saat ini harga beras yang dikonsumsi warga, sebagian besar sudah berada di posisi harga Rp 6.500 hingga Rp 7.000 perkilogram. Padahal beras dengan kualitas sedang tersebut sebelum musim hujan, harganya hanya Rp 5.000 perkilogram. Penyebab kenaikan harga selain karena belum panen raya juga akibat gangguan proses produksi beras akibat tingginya curah hujan.(ARL/AYB)
Padahal pada saat cuaca normal, proses pengeringan gabah paling lama hanya memakan waktu dua hari saja. Saat ini para pengusaha beras terpaksa hanya menumpuk gabah-gabah tersebut dan menutupinya dengan plastik atau terpal agar tidak rusak dan basah terkena air hujan.
Slamet Sampang, salah seorang pengusaha penggilingan padi di Kecamatan Beji mengatakan, sejak musim hujan tiba, produksi berasnya merosot drastis. Dalam kondisi normal, sehari ia mampu memproduksi beras hingga 20 ton, tapi kini tidak lebih dari 10 sampai 15 ton saja. Bahkan menurutnya akibat tingginya curah hujan, tidak sedikit usaha penggilingan padi di wilayah Pemalang yang terpaksa menutup usahanya.
Dari Pantauan SCTV di sejumlah pasar beras, harga beras kini semakin mahal. Saat ini harga beras yang dikonsumsi warga, sebagian besar sudah berada di posisi harga Rp 6.500 hingga Rp 7.000 perkilogram. Padahal beras dengan kualitas sedang tersebut sebelum musim hujan, harganya hanya Rp 5.000 perkilogram. Penyebab kenaikan harga selain karena belum panen raya juga akibat gangguan proses produksi beras akibat tingginya curah hujan.(ARL/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
