Imlek Tiba, Kue Dodol Keranjang Diserbu Pembeli
Sugihartono dan Dwi Ajinovyanto06/02/2010 11:58
Liputan6.com, Tegal: Menjelang Hari Raya Imlek, pesanan kue dodol keranjang di Tegal, Jawa Tengah, (6/2) meningkat drastis. Sejumlah industri rumahan pembuat kue keranjang kini tengah sibuk, memenuhi permintaan yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air.
Pemilik industri rumahan kue keranjang di Kota Tegal, Mindayani mengatakan usahanya membutuhkan karyawan sedikitnya 35 orang. Kondisi ini untuk memenuhi pesanan kue dodol keranjang yang meningkat selama sepekan ini. Dalam sehari sedikitnya Mindayani mampu memproduksi hingga lima kuintal atau 3.000 ribu kue dodol keranjang.
Mindayani menjelaskan, ada tiga pilihan rasa kue dodol yang dibuatnya. Antara lain rasa cokelat, pandan, dan rasa gula jawa. Kue dibuat dari adonan tepung ketan, gula pasir, gula merah dan air. Sebelum membuat kue, perempuan berusia 68 tahun itu biasanya berdoa terlebih dahulu. Ia berharap pembuatan kue berjalan lancar dan rasanya pun bisa lebih enak.
Para pembeli yang datang biasanya membeli dalam bentuk parcel atau bingkisan khusus Imlek. Pun untuk kebutuhan sendiri. Mindayani menjual kue dodol keranjang seharga Rp 4.000 per buah. Sedangkan dodol keranjang yang dicampur daun pandan dijual dengan harga Rp 5.000. Dalam sehari Mindayani mengantongi omzet penjualan mencapai antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.
Jelang Imlek sangat disyukuri Mindayani. Ia mengaku kerap kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Mereka antara lain datang dari Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, Purwokerto, dan beberapa daerah lainnya.
Kue dodol keranjang bagi warga Tionghoa selain sebagai ciri khas Imlek, juga merupakan simbol umur panjang. Sehingga kue ini selalu dimakan bersama seluruh anggota keluarga jelang Imlek.(ARL/AIS)
Pemilik industri rumahan kue keranjang di Kota Tegal, Mindayani mengatakan usahanya membutuhkan karyawan sedikitnya 35 orang. Kondisi ini untuk memenuhi pesanan kue dodol keranjang yang meningkat selama sepekan ini. Dalam sehari sedikitnya Mindayani mampu memproduksi hingga lima kuintal atau 3.000 ribu kue dodol keranjang.
Mindayani menjelaskan, ada tiga pilihan rasa kue dodol yang dibuatnya. Antara lain rasa cokelat, pandan, dan rasa gula jawa. Kue dibuat dari adonan tepung ketan, gula pasir, gula merah dan air. Sebelum membuat kue, perempuan berusia 68 tahun itu biasanya berdoa terlebih dahulu. Ia berharap pembuatan kue berjalan lancar dan rasanya pun bisa lebih enak.
Para pembeli yang datang biasanya membeli dalam bentuk parcel atau bingkisan khusus Imlek. Pun untuk kebutuhan sendiri. Mindayani menjual kue dodol keranjang seharga Rp 4.000 per buah. Sedangkan dodol keranjang yang dicampur daun pandan dijual dengan harga Rp 5.000. Dalam sehari Mindayani mengantongi omzet penjualan mencapai antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.
Jelang Imlek sangat disyukuri Mindayani. Ia mengaku kerap kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Mereka antara lain datang dari Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, Purwokerto, dan beberapa daerah lainnya.
Kue dodol keranjang bagi warga Tionghoa selain sebagai ciri khas Imlek, juga merupakan simbol umur panjang. Sehingga kue ini selalu dimakan bersama seluruh anggota keluarga jelang Imlek.(ARL/AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

