Tentara Irak Masih Enggan Gunakan Anjing Pelacak
Addy Hasan06/02/2010 00:54
Liputan6.com, Baghdad: Tampaknya pasukan Irak masih enggan dengan penggunaan anjing pelacak sebagai ganti detektor yang dianggap gagal dalam mengantisipasi serangan bom yang makin sering terjadi, menjelang pemilu parlemen. Demikian diakui Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Mesheb Hajea, penanggung jawab program di Akademi Kepolisian Irak kepada Associated Press, Jumat (5/2)
Keengganan ini disebabkan mayoritas pasukan dan warga Irak adalah muslim. Padahal, Islam menganggap anjing adalah binatang haram. Pasukan Irak tidak suka menggunakan dan rakyat Irak tidak suka diendus hewan tersebut.
Namun kegagalan alat detektor bom, ADE651, yang selama ini diandalkan, membuat pemerintah Irak mengevaluasi ulang secara menyeluruh taktik dan peralatan tentara Irak.(YUS)
Keengganan ini disebabkan mayoritas pasukan dan warga Irak adalah muslim. Padahal, Islam menganggap anjing adalah binatang haram. Pasukan Irak tidak suka menggunakan dan rakyat Irak tidak suka diendus hewan tersebut.
Namun kegagalan alat detektor bom, ADE651, yang selama ini diandalkan, membuat pemerintah Irak mengevaluasi ulang secara menyeluruh taktik dan peralatan tentara Irak.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
