Membongkar Sindikat Pembobol ATM
Tim Sigi SCTV04/02/2010 01:47
Liputan6.com, Jakarta: Bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) agaknya sudah menjadi salah satu gaya hidup. Wajar memang, karena dengan cara ini seluruh transaksi keuangan menjadi mudah dan ringkas. Mulai dari mengambil uang tunai, membayar tagihan, mentransfer uang, membeli pulsa telepon, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari bisa dilakukan di mesin ATM.
Karena kemudahannya itu, di Indonesia saat ini ada lebih dari 20 juta pengguna ATM, dengan total transaksi mencapai Rp 20 triliun setiap bulannya. Tapi, jangan salah, bertransaksi di ATM tidak selalu aman. Banyak ditemukan kelemahan dalam sistem perbankan yang satu ini dan membuat beberapa orang mengambil keuntungan dengan cara curang.
Pertengahan Januari lalu sejumlah mesin ATM di bali dijadikan alat untuk mengeruk dana nasabah oleh komplotan pembobol. Tidak hanya di Bali, dalam waktu yang hampir bersamaan di beberapa daerah lain banyak warga melaporkan kehilangan uang dalam rekening tabungan yang ditarik tanpa sepengetahuan mereka dari mesin ATM.
Bank Indonesia memperkirakan, nilai kerugian pembobolan uang nasabah ini telah mencapai Rp 5 miliar. Para pelaku sendiri ditengarai adalah orang yang mengerti dan familiar dengan teknologi tinggi. Hal itu terbukti dengan pola-pola yang mereka gunakan, seperti memasang skimmer di mesin ATM, mencuri data nasabah melalui layanan internet banking palsu, atau membuat nomor PIN mobile banking dan SMS banking palsu.
Polisi bukannya tak bekerja. Tahun lalu, misalnya, polisi berhasil menggulung sindikat pemalsu kartu kredit yang ditengarai merupakan jaringan internasional. Dari 14 anggota komplotan ini, polisi berhasil menyita 7.000 kartu kredit yang telah dipalsukan.
Demikian pula dengan pihak perbankan, mengaku telah banyak melakukan tindakan pencegahan, kendati dalam banyak kasus tetap saja kebobolan. Lantas, bagaimana harusnya nasabah bank menyikapi hal ini? Bagaimana sebenarnya tanggung jawab perbankan terhadap keamanan dana nasabah? Bagaimana pula kiat agar tidak menjadi korban pembobolan bank? Simak selengkapnya dalam tayangan video Sigi 30 Menit SCTV edisi 3 Februari 2010. Selamat menyaksikan.(ADO)
Karena kemudahannya itu, di Indonesia saat ini ada lebih dari 20 juta pengguna ATM, dengan total transaksi mencapai Rp 20 triliun setiap bulannya. Tapi, jangan salah, bertransaksi di ATM tidak selalu aman. Banyak ditemukan kelemahan dalam sistem perbankan yang satu ini dan membuat beberapa orang mengambil keuntungan dengan cara curang.
Pertengahan Januari lalu sejumlah mesin ATM di bali dijadikan alat untuk mengeruk dana nasabah oleh komplotan pembobol. Tidak hanya di Bali, dalam waktu yang hampir bersamaan di beberapa daerah lain banyak warga melaporkan kehilangan uang dalam rekening tabungan yang ditarik tanpa sepengetahuan mereka dari mesin ATM.
Bank Indonesia memperkirakan, nilai kerugian pembobolan uang nasabah ini telah mencapai Rp 5 miliar. Para pelaku sendiri ditengarai adalah orang yang mengerti dan familiar dengan teknologi tinggi. Hal itu terbukti dengan pola-pola yang mereka gunakan, seperti memasang skimmer di mesin ATM, mencuri data nasabah melalui layanan internet banking palsu, atau membuat nomor PIN mobile banking dan SMS banking palsu.
Polisi bukannya tak bekerja. Tahun lalu, misalnya, polisi berhasil menggulung sindikat pemalsu kartu kredit yang ditengarai merupakan jaringan internasional. Dari 14 anggota komplotan ini, polisi berhasil menyita 7.000 kartu kredit yang telah dipalsukan.
Demikian pula dengan pihak perbankan, mengaku telah banyak melakukan tindakan pencegahan, kendati dalam banyak kasus tetap saja kebobolan. Lantas, bagaimana harusnya nasabah bank menyikapi hal ini? Bagaimana sebenarnya tanggung jawab perbankan terhadap keamanan dana nasabah? Bagaimana pula kiat agar tidak menjadi korban pembobolan bank? Simak selengkapnya dalam tayangan video Sigi 30 Menit SCTV edisi 3 Februari 2010. Selamat menyaksikan.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- Ibas Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

