Hamid Karzai Batal Hadiri Pertemuan OKI

Restia Juwita
Hamid Karzai Batal Hadiri Pertemuan OKI
Presiden Afghanistan Hamid Karzai
03/02/2010 22:40
Liputan6.com, Jeddah: Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Rabu (3/2), membatalkan pertemuan dengan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Arab Saudi. Padahal, rencananya, pertemuan ini ditujukan untuk mendorong dialog membantu upaya rekonsiliasi dengan Taliban. Pertemuan ini dibatalkan karena Karzai memiliki agenda lain.

Diplomat Afghanistan mengatakan, pertemuan dengan OKI yang dipimpin Sekretaris Jenderal Ekmeleddin Ihsanoglu, dibatalkan karena delegasi Afghanistan ingin mengunjungi Kota Madinah, tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan. Karzai diketahui telah berada di Arab Saudi sejak kemarin.

Kedatangannya ke Arab Saudi untuk mendapat dukungan dari kerajaan dan kekuatan uang untuk berdamai dengan Taliban selama pembicaraan dengan Raja Abdullah berlangsung. Pertemuan dengan OKI ini diyakini akan membahas peran OKI di Afghanistan yang berisi ketegangan. Terutama, menindaklanjuti tawaran OKI mengenai penyelenggaraan konferensi ulama Islam dari otoritas keagamaan yang berbeda pada isu Afghanistan.

"Kami memahami bahwa Arab Saudi mendukung tawaran dari OKI untuk melakukan debat antara pemimpin agama Afghanistan sebagai alat meyakinkan Taliban untuk secara terbuka meninggalkan Al-Qaidah," ujar pejabat senior OKI kepada Reuters melalui telepon dari Jeddah. OKI telah berupaya, dan dengan dukungan terbuka Raja Abdullah, untuk memainkan peran lebih besar dalam menyelesaikan krisis dunia Islam melalui forum debat.

Karzai memulai kunjungannya ke Arab Saudi, kemarin dengan harapan untuk mendapatkan dukungan monarki absolut ke tawaran rekonsiliasi dengan Taliban. Dia telah dijadwalkan bertemu dengan Ihsanoglu di Jeddah, sebelum bertemu Raja Abdullah di Riyadh [baca: Hamid Karzai Bahas Rekonsiliasi dengan Saudi].

Kunjungan Karzai mengikuti hasil di sebuah konferensi di London, pekan lalu yang mendesak Arab Saudi untuk membantu membawa perdamaian ke Afghanistan. Pada masa lalu, pemerintah Riyadh telah menjadi pembicara antara perwakilan Afghanistan dan Taliban. Pernyataan Karzai yang dimuat dalam Surat Kabar Al-Madinah adalah bahwa setiap pesan dari Raja Abdullah akan memiliki dampak yang mendalam bagi Taliban dan gerakan Islam lainnya. "Pesannya dipatuhi oleh semua orang," kata Karzai.

Sebelumnya, Arab Saudi telah membekukan hubungannya dengan Taliban pada 1998 atas penolakan kelompok tersebut untuk menyerahkan Usamah bin Ladin. Pucuk pimpinan jaringan kelompok Al-Qaidah ini akhirnya dilucuti dari kewarganegaraan Arab Saudi atas serangan militan terhadap kerajaan dan kegiatan keluarga kerajaan.(ANS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video