Danau Tondano Makin Dangkal
03/02/2010 18:07
Liputan6.com, Manado: Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terancam dangkal atau kekeringan, seiring dengan kurangnya penanganan dari pemerintah daerah dan masyarakat. "Masyarakat terkesan kurang serius menangani persoalan di Danau Tondano, yang bisa berakibat penurunan debit air secara signifikan," kata Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Tondano, di Manado, Rabu (3/2).
Menurutnya, setiap tahun terjadi penurunan debit air sekitar 40 hingga 50 sentimeter dan akan berdampak kekeringan pada 15 hingga 20 tahun mendatang. Kondisi Danau Tondano juga diperparah dengan ancaman pemanasan global yang mengganggu kelestarian lingkungan, tidak adanya upaya penghijauan, serta meningkatkan aktivitas masyarakat di lokasi itu.
Kerusakan juga terjadi akibat illegal loging, kebakaran, konversi hutan, pertambangan golongan C, sehingga berdampak pada erosi dan sedimentasi. "BP DAS Tondano hanya menangani persoalan di aliran sungai dari Danau Tondano, tetapi merasa prihatin dengan kondisi Danau yang saat ini terjadi degradasi," katanya seperti dikutip ANTARA.
Akibat adanya degradasi lingkungan di danau itu, kondisi kedalaman tidak lagi mencapai 20 meter dari permukaan, dibandingkan pada 1934 sekitar 40 meter dan 1983 sekitar 27 meter.(ADO)
Menurutnya, setiap tahun terjadi penurunan debit air sekitar 40 hingga 50 sentimeter dan akan berdampak kekeringan pada 15 hingga 20 tahun mendatang. Kondisi Danau Tondano juga diperparah dengan ancaman pemanasan global yang mengganggu kelestarian lingkungan, tidak adanya upaya penghijauan, serta meningkatkan aktivitas masyarakat di lokasi itu.
Kerusakan juga terjadi akibat illegal loging, kebakaran, konversi hutan, pertambangan golongan C, sehingga berdampak pada erosi dan sedimentasi. "BP DAS Tondano hanya menangani persoalan di aliran sungai dari Danau Tondano, tetapi merasa prihatin dengan kondisi Danau yang saat ini terjadi degradasi," katanya seperti dikutip ANTARA.
Akibat adanya degradasi lingkungan di danau itu, kondisi kedalaman tidak lagi mencapai 20 meter dari permukaan, dibandingkan pada 1934 sekitar 40 meter dan 1983 sekitar 27 meter.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- Ibas Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

