Bom Meledak, Delapan Tewas
Restia Juwita03/02/2010 16:12
Liputan6.com, Peshawar: Kembali sebuah bom pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan konvoi di dekat sekolah khusus putri di Pakistan, Rabu (3/2). Delapan orang termasuk empat pekerja bantuan asing dan tiga anak sekolah. Demikian dilansir AFP, Rabu (3/2).
Bom meledak saat pasukan militer Pakistan mengawal sekelompok pekerja amal internasional dan wartawan ke salah satu sekolah di distrik barat laut Dir Hilir. Kepala Polisi Distrik, Mumtaz Zarin, mengatakan, "Delapan orang tewas dalam ledakan ini, terdiri dari empat warga asing, satu pria bersenjata, dan tiga anak sekolah." Selain itu, gedung sekolah juga rusak parah dan tiga kendaraan hancur.
Serangan terjadi di Desa Koto di daerah Pegunungan Balambat, sekitar 10 kilometer dari Taimargara, kota utama distrik Dir Hilir. "Keempat orang asing
tersebut bekerja untuk sebuah LSM. Mereka dari masyarakat internasional," kata seorang jurubicara Korps Perbatasan Paramiliter.
Dokter Sardar Ali dari Rumah Sakit Taimargara mengatakan bahwa tenaga medis telah menerima tiga tubuh anak sekolah yakni perempuan, dan seorang laki-laki. "Saya tidak tahu di mana mereka telah mengambil mayat-mayat orang asing," katanya kepada AFP dari rumah sakit setempat.
Saat ini polisi tengah mengidentifikasi asal empat korban relawan asing tersebut. Selain itu polisi juga menambahkan bahwa empat wartawan lokal juga ikut terluka.
Pakistan melakukan ofensif besar untuk menghancurkan pemberontakan Taliban tahun lalu di Dir Hilir dan tetangganya yakni distrik Swat dan Buner. (YUS)
Bom meledak saat pasukan militer Pakistan mengawal sekelompok pekerja amal internasional dan wartawan ke salah satu sekolah di distrik barat laut Dir Hilir. Kepala Polisi Distrik, Mumtaz Zarin, mengatakan, "Delapan orang tewas dalam ledakan ini, terdiri dari empat warga asing, satu pria bersenjata, dan tiga anak sekolah." Selain itu, gedung sekolah juga rusak parah dan tiga kendaraan hancur.
Serangan terjadi di Desa Koto di daerah Pegunungan Balambat, sekitar 10 kilometer dari Taimargara, kota utama distrik Dir Hilir. "Keempat orang asing
tersebut bekerja untuk sebuah LSM. Mereka dari masyarakat internasional," kata seorang jurubicara Korps Perbatasan Paramiliter.
Dokter Sardar Ali dari Rumah Sakit Taimargara mengatakan bahwa tenaga medis telah menerima tiga tubuh anak sekolah yakni perempuan, dan seorang laki-laki. "Saya tidak tahu di mana mereka telah mengambil mayat-mayat orang asing," katanya kepada AFP dari rumah sakit setempat.
Saat ini polisi tengah mengidentifikasi asal empat korban relawan asing tersebut. Selain itu polisi juga menambahkan bahwa empat wartawan lokal juga ikut terluka.
Pakistan melakukan ofensif besar untuk menghancurkan pemberontakan Taliban tahun lalu di Dir Hilir dan tetangganya yakni distrik Swat dan Buner. (YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Hematnya Internetan Pakai Axis
Paket mulai dari Rp.49.000. Untuk mingguan / bulanan & aktivasi mudah.
www.axisworld.co.id
Paket mulai dari Rp.49.000. Untuk mingguan / bulanan & aktivasi mudah.
www.axisworld.co.id
