Istri Jurnalis Sri Lanka Mohon Pembebasan Suami
Addy Hasan01/02/2010 18:57
Liputan6.com, Colombo: Istri jurnalis Sri Lanka memohon pembebasan bagi siapa pun pelaku yang menawan suaminya, Prageeth Eknaligoda. Eknaligoda merupakan wartawan berita situs Lankaenews.com yang menghilang secara misterius sejak satu pekan silam. Demikian dirilis BBC, baru-baru ini.
Istri Eknaligoda, Sandhya, mengatakan dirinya dan kedua anaknya tidak tidur selama beberapa hari. Mereka berharap suaminya dapat pulang ke rumah dengan selamat.
Sebelumnya, Eknaligoda dilaporkan meninggalkan rumah pada Ahad pagi, pekan keempat bulan silam. Ia pernah menghubungi rekannya, namun telepon tiba-tiba terputus. Sejak saat itulah, sang jurnalis tak pernah terdengar beritanya.
Eknaligoda diduga telah menulis artikel yang dinilai menguntungkan bagi calon presiden Sarath Fonseka. Fonseka kalah dalam pemilihan presiden Srilangka melawan calon incumbent, Mahinda Rajapaksa, Selasa lalu. Demikian diungkapkan rekan Eknaligoda, yang tidak mau diidentifikasi.
Sementara itu, kelompok media hak asasi manusia juga mengutuk penutupan izin terbit surat kabar yang dianggap pro-oposisi, surat kabar dan situs Lanka serta menangkap editornya. Mereka menuduh pemerintah melakukan penindasan.
Namun, Direktur Departemen Penyelidikan Kriminal mengatakan penangkapan editor dilakukan berdasarkan Undang-undang Darurat. Pemerintah menganggap artikel yang dimuat baru-baru ini, dianggap melanggar peraturan pemerintah tentang terorisme.
Di lain tempat, Jumat silam, kantor Jenderal Fonseka digerebek. Ada 13 orang pengikut Jenderal Fosenka yang ditangkap pemerintah.(ANS)
Istri Eknaligoda, Sandhya, mengatakan dirinya dan kedua anaknya tidak tidur selama beberapa hari. Mereka berharap suaminya dapat pulang ke rumah dengan selamat.
Sebelumnya, Eknaligoda dilaporkan meninggalkan rumah pada Ahad pagi, pekan keempat bulan silam. Ia pernah menghubungi rekannya, namun telepon tiba-tiba terputus. Sejak saat itulah, sang jurnalis tak pernah terdengar beritanya.
Eknaligoda diduga telah menulis artikel yang dinilai menguntungkan bagi calon presiden Sarath Fonseka. Fonseka kalah dalam pemilihan presiden Srilangka melawan calon incumbent, Mahinda Rajapaksa, Selasa lalu. Demikian diungkapkan rekan Eknaligoda, yang tidak mau diidentifikasi.
Sementara itu, kelompok media hak asasi manusia juga mengutuk penutupan izin terbit surat kabar yang dianggap pro-oposisi, surat kabar dan situs Lanka serta menangkap editornya. Mereka menuduh pemerintah melakukan penindasan.
Namun, Direktur Departemen Penyelidikan Kriminal mengatakan penangkapan editor dilakukan berdasarkan Undang-undang Darurat. Pemerintah menganggap artikel yang dimuat baru-baru ini, dianggap melanggar peraturan pemerintah tentang terorisme.
Di lain tempat, Jumat silam, kantor Jenderal Fonseka digerebek. Ada 13 orang pengikut Jenderal Fosenka yang ditangkap pemerintah.(ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Axis Eksis Unlimited Hemat
Paket unlimited Internet hanya Rp 9.900/minggu dan Rp 29.000/bulan.
www.axisworld.co.id
Paket unlimited Internet hanya Rp 9.900/minggu dan Rp 29.000/bulan.
www.axisworld.co.id
