Filipina Belajar dari Aceh  

Puti Ambang Gemilang
01/02/2010 17:16
Liputan6.com, Banda Aceh: Selama tujuh hari, 13 penggiat lembaga swadaya masyarakat asal Filipina yang terlibat dalam program perdamaian Mindanao akan berada di Nanggroe Aceh Darussalam. Mereka hendak mempelajari proses perdamaian di Tanah Rencong. Selain itu, mereka bertemu dan berdiskusi dengan tokoh masyarakat Aceh. Demikian dikatakan Ketua Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar Ranirry, Sahlan Hanafiah di Banda Aceh, Senin (1/2), seperti diwartakan ANTARA.

Sahlan menjelaskan, belasan penggiat LSM itu tertarik dengan peran perempuan dalam menjaga perdamaian dan semasa konflik. "Menurut mereka, peran perempuan di Mindanao untuk proses perdamaian sangat kecil, tidak seperti Aceh," papar Sahlan. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, mereka juga bertanya seputar peran ulama Aceh dalam proses perdamaian dan saat konflik melanda Serambi Mekah.

Fasilitator kegiatan, Alfiansyah, menyebutkan terdapat beberapa persamaan antara Aceh dengan Mindanao. "Mindanao dan Aceh memiliki kesamaan dari segi konflik dan sama-sama muslim," katanya.

Konflik bersenjata di Mindanao, Filipina bagian selatan, antara Front Pembebasan Islam Moro dan pemerintah Filipina berkecamuk sejak akhir era 60-an hingga saat ini. Kendatipun berbagai upaya perundingan sudah diupayakan.(PAG/ANS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler