Kerja Sama Alutsista dengan Cina Dipertanyakan
Ahmad Salman01/02/2010 10:59
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo, mempertanyakan rencana kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista) antara pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Cina (RRC). Ia justru mengimbau agar Kementerian Pertahanan konsisten terhadap revitalisasi industri pertahanan.
Penegasan itu disampaikan Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (1/2). Pernyataan diutarakan menanggapi pernyataan Kementerian Pertahanan yang akan menyusun rencana induk industri pertahanan. Ia menilai, ketersediaan SDM dan faktor-faktor pendukung lain secara domestik cukup memadai untuk diberdayakan. Itu pun, tambah Tjahjo, asal ada kemauan politik untuk segera beraksi. "Jangan malah pemerintah justru berencana menjajaki pengadaan alutsista dari Cina," kata Tjahjo seperti dilansir ANTARA.
Tjahjo menambahkan, sebaiknya Kementerian Pertahanan mengutamakan pemberdayaan industri pertahanan domestik, terutama untuk membangun alutsista secara mandiri demi penguatan kedaulatan bangsa. "Kalau tidak dari sekarang, kita akan menghadapi masalah kian berat di masa depan menyangkut ketergantungan alutsista kepada pihak asing. Dan kita mudah didikte. Ini tidak bisa lagi," jelas Tjahjo.
Penegasan itu disampaikan Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (1/2). Pernyataan diutarakan menanggapi pernyataan Kementerian Pertahanan yang akan menyusun rencana induk industri pertahanan. Ia menilai, ketersediaan SDM dan faktor-faktor pendukung lain secara domestik cukup memadai untuk diberdayakan. Itu pun, tambah Tjahjo, asal ada kemauan politik untuk segera beraksi. "Jangan malah pemerintah justru berencana menjajaki pengadaan alutsista dari Cina," kata Tjahjo seperti dilansir ANTARA.
Tjahjo menambahkan, sebaiknya Kementerian Pertahanan mengutamakan pemberdayaan industri pertahanan domestik, terutama untuk membangun alutsista secara mandiri demi penguatan kedaulatan bangsa. "Kalau tidak dari sekarang, kita akan menghadapi masalah kian berat di masa depan menyangkut ketergantungan alutsista kepada pihak asing. Dan kita mudah didikte. Ini tidak bisa lagi," jelas Tjahjo.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
