Presiden: Keberhasilan Pemerintah Terkalahkan Kasus Bank Century  

Tim Liputan 6 SCTV
26/01/2010 02:16
Liputan6.com. Jakarta: Menjelang 100 hari pertama pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang tiga jurnalis senior media massa di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Ahad (24/1) malam. Ketiga pimpinan media massa itu adalah Kepala Grup Pemberitaan SCTV Don Bosco Salamun, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun, dan Penanggung Jawab Radio Elshinta Wahyu Aditama.

Dalam kesempatan itu, SBY menjawab berbagai pertanyaan tentang berbagai kebijakan pemerintahan yang belakangan mendapat sorotan luas masyarakat. Bung Don--sapaan akrab Don--menanyakan kinerja Presiden sejauh ini dalam masalah pemberantasan korupsi dan mafia kasus.

Menanggapi hal ini Presiden mengklaim pemerintahannya, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi, kepolisian, dan kejaksaan berhasil menangani ratusan kasus. Sedikitnya 140 pejabat negara tersangka korupsi dimejahijaukan. Hasil dari kinerja itu Rp 5 triliun terselamatkan dan rekening liar senilai Rp 38 triliun ditertibkan. "Tapi bukan hanya memberantas. Yang kita lakukan juga mencegah supaya tidak ada budaya korupsi," tambah Presiden.

SBY menjanjikan, dalam kurun 15 tahun mendatang Indonesia menjadi negara yang tertib. Syaratnya, intensitas pemberantasan dan penegakan hukum saat ini dipertahankan.

Sementara Rikard mempertanyakan masalah Pertemuan Bogor, Kamis pekan silam, yang dihadiri sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara. Seperti diketahui, pertemuan ini sempat menimbulkan polemik. Sebagian pihak menuding Pertemuan Bogor adalah manuver Presiden menghadapi proses politik yang kini tengah berjalan di parlemen melalui Pansus Hak Angket Bank Century.

Secara tersirat Presiden membantah tudingan itu dengan mengatakan bahwa inisiatif pertemuan datang dari para pimpinan lembaga tinggi negara itu. Ide pertemuan yang kemudian disambut baik oleh Presiden ini membicarakan masalah aktual mendasar seperti rencana meningkatkan ekonomi negara dalam lima tahun mendatang. "Dalam konteks itulah kemarin kami bertukar pikiran dalam suasana yang cair," ungkap SBY.

Memang Kasus Bank Century juga sempat disinggung dalam pertemuan. Tapi tidak dibahas secara khusus. Lebih jauh, SBY menyatakan percaya pada Menteri Keuangan dan Bank Indonesia dalam kebijakan menalangi Bank Century untuk menyelamatkan perekonomian nasional. Presiden juga menegaskan kembali bahwa kebijakan tidak bisa dipidanakan. "Tapi kalau di sisi lain (dari kebijakan tersebut) ada penyimpangan, ya penyimpangan itu yang bisa disidangkan. Bukan kebijakannya," tegas SBY.

Sementara itu, Wahyu mempertanyakan efektivitas pakta integritas dan kontrak politik Partai Demokrat dengan partai lain yang berkoalisi. Belakangan partai koalisi memang juga mulai terlihat mengambil jarak dengan pemerintahan SBY, khususnya dalam kasus Bank Century.

Dengan tegas, SBY menyatakan bahwa kontrak politik dan pakta integritas yang disodorkan Partai Demokrat pada saat pemilu masih berlaku efektif. "Saya katakan koalisi masih berjalan. Bila kemudian ada catatan-catatan kecil itu normal," ucap Presiden.

Masalah lain yang mengemuka dalam perbincangan malam itu antara persoalan otonomi daerah, pemerataan pembangunan, proses pemilihan kepala daerah, dan juga perdagangan bebas. Di antara perbicangan juga SBY mengemukakan, sebetulnya banyak program yang selesai dalam 100 hari berjalannya pemerintahan. "Cuma barangkali beritanya kalah dengan (kasus) Bank Century," ujar SBY.(ZAQ)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler