Presiden: Masih Ada Celah Renegosiasi ACFTA
Zumrotul Muslimin25/01/2010 18:42
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, masih ada celah merenegosiasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Cina (ACFTA). "Mari kita lihat secara jernih, kalau Indonesia memutus secara sepihak untuk membatalkan perjanjian ini maka kita akan berhadapan dengan sembilan negara ASEAN lainnya, apalagi kita anggota negara G-20. Ada apa dengan Indonesia, kok memutuskan kerja sama yang telah dirintis lama secara sepihak," kata Presiden dalam pengarahan pada Rapat Pimpinan TNI 2010, di Jakarta, Senin (25/1) seperti dikutip ANTARA.
Menurut Presiden, di satu sisi kepentingan rakyat harus dilindungi, namun di sisi lain Indonesia harus memperkuat dan mempersiapkan lebih baik lagi elemen-elemen di dalam negeri. Sedangkan di sisi lainnya, tambah Presiden, Indonesia tetap harus menjalin kerja sama dengan sesama negara ASEAN atau ASEAN dengan mitra-mitra ekonominya.
Presiden mengatakan, dalam kerja sama tersebut ada klausul yang menyebutkan untuk poin-poin kerja sama yang bila belum bisa dilakukan Indonesia dapat dibicarakan kembali. "Jadi, kita bicara baik-baik Jika ada hal yang dalam perjalanannya bermasalah, kita tetap jalankan sambil memperbaiki diri," katanya.
Kepala Negara mengatakan, perjanjian kerja sama dapat menjadikan tantangan dan peluang bagi masyarakat dan seluruh elemen untuk dapat berkembang, tumbuh dengan kemampuan daya saing tinggi. "Jadi jangan berpikir, seolah-olah kerja sama ini makin membuat perekonomian kita terpuruk dan lain-lain," kata Yudhoyono. Ia menegaskan, pemerintah akan menerima masukan tentang apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki, sehingga perjanjian tersebut dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa dan negara.(JUM)
Menurut Presiden, di satu sisi kepentingan rakyat harus dilindungi, namun di sisi lain Indonesia harus memperkuat dan mempersiapkan lebih baik lagi elemen-elemen di dalam negeri. Sedangkan di sisi lainnya, tambah Presiden, Indonesia tetap harus menjalin kerja sama dengan sesama negara ASEAN atau ASEAN dengan mitra-mitra ekonominya.
Presiden mengatakan, dalam kerja sama tersebut ada klausul yang menyebutkan untuk poin-poin kerja sama yang bila belum bisa dilakukan Indonesia dapat dibicarakan kembali. "Jadi, kita bicara baik-baik Jika ada hal yang dalam perjalanannya bermasalah, kita tetap jalankan sambil memperbaiki diri," katanya.
Kepala Negara mengatakan, perjanjian kerja sama dapat menjadikan tantangan dan peluang bagi masyarakat dan seluruh elemen untuk dapat berkembang, tumbuh dengan kemampuan daya saing tinggi. "Jadi jangan berpikir, seolah-olah kerja sama ini makin membuat perekonomian kita terpuruk dan lain-lain," kata Yudhoyono. Ia menegaskan, pemerintah akan menerima masukan tentang apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki, sehingga perjanjian tersebut dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa dan negara.(JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Axis Internet Gaul, Online Terus
Online terus kapanpun & di manapun hanya Rp 9.900/minggu. Lihat disini.
www.axisworld.co.id
Online terus kapanpun & di manapun hanya Rp 9.900/minggu. Lihat disini.
www.axisworld.co.id
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

