Ujian Negara Bukan Satu-satunya Alat Ukur Kecerdasan
Tim Liputan 6 SCTV25/01/2010 13:09
Liputan6.com, Jakarta: Pro kontra ujian nasional yang rencananya akan digelar Maret mendatang masih juga belum terselesaikan. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa ujian negara bukanlah satu-satunya alat ukur kecerdasan anak didik, sehingga anak yang tidak lulus ujian pun bisa mengulang kembali.
Persoalan itu bergulir, ketika Mahkamah Agung menolak kasasi gugatan ujian negara pemerintah. Pemerintah baru boleh melaksanakan ujian negara setelah berhasil meningkatkan kualitas guru, serta meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.
Sebaliknya, pemerintah tetap bersikeras bahwa ujian nasional perlu diadakan, karena masih menjadi andalan untuk mengukur tingkat kecerdasan anak didik. Lantas, bagaimana dengan pernyataan Yudhoyono yang menilai ujian negara sebaliknya?(IDS)
Persoalan itu bergulir, ketika Mahkamah Agung menolak kasasi gugatan ujian negara pemerintah. Pemerintah baru boleh melaksanakan ujian negara setelah berhasil meningkatkan kualitas guru, serta meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.
Sebaliknya, pemerintah tetap bersikeras bahwa ujian nasional perlu diadakan, karena masih menjadi andalan untuk mengukur tingkat kecerdasan anak didik. Lantas, bagaimana dengan pernyataan Yudhoyono yang menilai ujian negara sebaliknya?(IDS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
