Penat SBY Hilang Karena Buku
Naomi Siregar24/01/2010 23:55
Liputan6.com, Jakarta: Memimpin negara tentunya menguras tenaga dan pikiran. Namun inilah tanggung jawab yang harus diemban seorang presiden, tak terkecuali bagi Susilo Bambang Yudhoyono. Masalah pemberantasan korupsi hingga hajat hidup rakyat tak bisa dilepaskan begitu saja.
Guna menjaga kestabilan emosinya, Presiden Yudhoyono mengaku meluangkan waktu senggang dengan melakukan berbagai hobi. Semua tentu sudah tahu kalau Presiden doyan bernyanyi. Hobi yang satu ini dijalani dengan serius hingga meluncurnya album Ku Yakin Sampai di Sana [baca: "Ku Yakin Sampai di Sana" Diluncurkan].
Hobi lain yang tak pernah ditinggalkan Presiden, membaca. Seperti kebanyakan kaum intelektual, buku adalah sahabat yang tak habis memberi pengetahuan dan pencerahan. "Kalau pikiran penat, saya duduk dan mulai membaca," ujar SBY, dalam rekaman dialog program "Barometer Special: Presiden SBY Menjawab" di Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Ahad (24/1) malam.
Tak hanya membaca, SBY kerap berburu buku sampai ke negeri seberang. Setiap mengadakan pertemuan internasional di luar negeri, dirinya menyempatkan diri ke toko buku dan mencari bacaan menarik. Lalu, buku-buku tersebut disimpan rapi di perpustakaan pribadi. "Nantinya, perpustakaan akan dibuka untuk umum," lanjut SBY.
Buku tak pernah habis memberi inspirasi dan motivasi. Kalau Presiden bisa mengalihkan kepenatan dengan membaca, kita juga bisa kan?(EPN)
Guna menjaga kestabilan emosinya, Presiden Yudhoyono mengaku meluangkan waktu senggang dengan melakukan berbagai hobi. Semua tentu sudah tahu kalau Presiden doyan bernyanyi. Hobi yang satu ini dijalani dengan serius hingga meluncurnya album Ku Yakin Sampai di Sana [baca: "Ku Yakin Sampai di Sana" Diluncurkan].
Hobi lain yang tak pernah ditinggalkan Presiden, membaca. Seperti kebanyakan kaum intelektual, buku adalah sahabat yang tak habis memberi pengetahuan dan pencerahan. "Kalau pikiran penat, saya duduk dan mulai membaca," ujar SBY, dalam rekaman dialog program "Barometer Special: Presiden SBY Menjawab" di Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Ahad (24/1) malam.
Tak hanya membaca, SBY kerap berburu buku sampai ke negeri seberang. Setiap mengadakan pertemuan internasional di luar negeri, dirinya menyempatkan diri ke toko buku dan mencari bacaan menarik. Lalu, buku-buku tersebut disimpan rapi di perpustakaan pribadi. "Nantinya, perpustakaan akan dibuka untuk umum," lanjut SBY.
Buku tak pernah habis memberi inspirasi dan motivasi. Kalau Presiden bisa mengalihkan kepenatan dengan membaca, kita juga bisa kan?(EPN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
