Buku Peninggalan Bung Karno Rusak  

Andrizal
23/01/2010 22:30
Liputan6.com, Bengkulu: Sebanyak 335 buku milik Tokoh Proklamator, Bung Karno semasa menjalani pengasingan di Bengkulu pada tahun 1938-1942, saat ini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Sebagian besar buku hampir hancur dimakan usia, banyak di antaranya sudah tidak dapat dibaca lagi.

Buku-buku yang menjadi bacaan Bung Karno selama menjalani pengasingan tersebut terbagi dalam dua bahasa yakni Bahasa Belanda dan Bahasa Cina. Sebagian besar jenis buku politik dan filsafat berasal dari Negeri Tirai Bambu, Cina.

Juru Pelihara Rumah Bung Karno, M Yaman, mengatakan sebagian besar buku ini sudah tidak bisa lagi dibuka. "Usianya sudah tua dan hampir semuanya tidak bisa lagi dibuka karena antar lembar sudah lengket," kata, M Yaman, Sabtu (23/1) seperti dikutip ANTARA.

Pegawai honorer Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah Purbakala (BP3) ini menjelaskan, dalam perawatan buku-buku itu, pihaknya hanya memberi bahan kimia sehingga buku tersebut tidak dimakan rayap dan binatang lain.

Buku-buku Bung Karno tersebut masih tersusun rapi di rak buku berkaca di Rumah Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu. Pengunjung masih bisa melihatnya namun tidak boleh menyentuhnya, apalagi membuka dan membacanya.

Selain 335 buku milik Bung karno, di rumah itu juga ada benda peninggalan milik Sang Proklamator yang lain. Misalnya, satu set kursi, meja tamu, dan sepeda tua milik Bung Karno yang sering dipakainya mengelilingi Kota Bengkulu.(YUS)



adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler