Pelaku Penculikan Siswa SMP Dibekuk
Yudhistira23/01/2010 15:26
Liputan6.com, Medan: Kasus penculikan terhadap Steven, seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP), akhirnya terungkap. Tim kejahatan dan kekerasan Kepolisian Kota Besar Medan, Sumatra Utara, Sabtu (23/1) subuh, membekuk empat anggota komplotan pencuri tersebut di Pasar Tiga, Percut Sei Tuan, Deli Seradang. Bahkan, dua di antaranya terpaksa di tembak.
Keempat pelaku adalah Hasien, Reza Zulhelmi, Fernandus, dan seorang wanita bernama Heriyanti alias Dedek. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan, termasuk sisa uang hasil pemerasan.
Steven diculik saat pulang sekolah Kamis (21/1) lalu. Siswa SMP Wiyata Darma itu diculik Hasien serta Reza. Menurut Dedek, ia tidak mengetahui rencana penculikan itu. Sebab, Hasien dan Reza datang ke rumahnya dengan membawa korban. Namun diakui Dedek, dari uang Rp 20 juta yang mereka terima, dirinya menerima bagian Rp 1,3 juta.
Ayah Steven, Aguan, mengaku tak menyangka anaknya menjadi korban penculikan. Kecurigaan itu baru timbul saat sang anak tidak pulang ke rumah hingga malam. Apalagi belakangan ia mendapat telepon dari orang tak dikenal yang memintanya menyerahkan uang ratusan juta sebagai tebusan.
Kepala Satreskrim Kepolisian Kota Besar Medan, Komisaris Polisi Gidion Airf Setyawan, mengatakan motif kasus ini adalah murni penculikan untuk melakukan pemerasan. Kini, tambah Gidion, pihaknya masih memburu sejumlah nama yang diduga terlibat dalam komplotan ini.(BOG)
Keempat pelaku adalah Hasien, Reza Zulhelmi, Fernandus, dan seorang wanita bernama Heriyanti alias Dedek. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan, termasuk sisa uang hasil pemerasan.
Steven diculik saat pulang sekolah Kamis (21/1) lalu. Siswa SMP Wiyata Darma itu diculik Hasien serta Reza. Menurut Dedek, ia tidak mengetahui rencana penculikan itu. Sebab, Hasien dan Reza datang ke rumahnya dengan membawa korban. Namun diakui Dedek, dari uang Rp 20 juta yang mereka terima, dirinya menerima bagian Rp 1,3 juta.
Ayah Steven, Aguan, mengaku tak menyangka anaknya menjadi korban penculikan. Kecurigaan itu baru timbul saat sang anak tidak pulang ke rumah hingga malam. Apalagi belakangan ia mendapat telepon dari orang tak dikenal yang memintanya menyerahkan uang ratusan juta sebagai tebusan.
Kepala Satreskrim Kepolisian Kota Besar Medan, Komisaris Polisi Gidion Airf Setyawan, mengatakan motif kasus ini adalah murni penculikan untuk melakukan pemerasan. Kini, tambah Gidion, pihaknya masih memburu sejumlah nama yang diduga terlibat dalam komplotan ini.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
