Krisis Air Bersih di Gunungkidul Segera Teratasi
Indira Dania Sibarani20/01/2010 16:28
Liputan6.com, Gunungkidul: Krisis air bersih di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), segera teratasi. Sebab, proyek pembangunan air bersih untuk masyarakat akan dibangun di sana.
"Proyek tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi DIY, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), dan Karlsruhe Institute of Technology, Jerman," kata Sekretaris Daerah DIY Tri Harjun Ismaji di Yogyakarta, seperti diberitakan ANTARA, Rabu (20/1).
Namun, Tri Harjun mengatakan, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar proyek itu tepat sasaran. Di antaranya, manajemen distribusi air ke penduduk, jaminan ketersediaan sumber air bawah tanah, dan lingkungan hidup.
Sementara, koordinator proyek Solichin mengatakan, pengembangan proyek ini adalah kelanjutan dari pembangunan Bribin. Proyek kali ini direncanakan di Gua Seropan. Menurut dia, berbeda dengan proyek air bawah tanah Bribin yang sudah dilaksanakan sebelumnya. "Air Bribin dari segi kualitas lebih cocok untuk pengairan, sedangkan air Seropan untuk air minum," katanya.
Dalam kerja sama tersebut, pemerintah Jerman mengalokasikan dana sebesar Rp 39 miliar. Sedangkan besaran anggaran dari pemerintah Indonesia dan Pemprov DIY belum diketahui. Rencananya, pencairan anggaran akan dilakukan secara bertahap selama empat tahun. "Tahun ini pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk proyek ini sekitar Rp 7,5 miliar," kata Solichin.(IDS/ANS)
"Proyek tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi DIY, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), dan Karlsruhe Institute of Technology, Jerman," kata Sekretaris Daerah DIY Tri Harjun Ismaji di Yogyakarta, seperti diberitakan ANTARA, Rabu (20/1).
Namun, Tri Harjun mengatakan, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar proyek itu tepat sasaran. Di antaranya, manajemen distribusi air ke penduduk, jaminan ketersediaan sumber air bawah tanah, dan lingkungan hidup.
Sementara, koordinator proyek Solichin mengatakan, pengembangan proyek ini adalah kelanjutan dari pembangunan Bribin. Proyek kali ini direncanakan di Gua Seropan. Menurut dia, berbeda dengan proyek air bawah tanah Bribin yang sudah dilaksanakan sebelumnya. "Air Bribin dari segi kualitas lebih cocok untuk pengairan, sedangkan air Seropan untuk air minum," katanya.
Dalam kerja sama tersebut, pemerintah Jerman mengalokasikan dana sebesar Rp 39 miliar. Sedangkan besaran anggaran dari pemerintah Indonesia dan Pemprov DIY belum diketahui. Rencananya, pencairan anggaran akan dilakukan secara bertahap selama empat tahun. "Tahun ini pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk proyek ini sekitar Rp 7,5 miliar," kata Solichin.(IDS/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
