Kerupuk Rumput Laut Khas Bali
Aries Wicaksono16/01/2010 16:57
Liputan6.com, Badung: Para petani wanita rumput laut di Desa Kutuh, Badung, Bali, baru-baru ini, membuat produk krupuk dari bahan rumput laut. Langkah tersebut terus digalakkan seiring dengan mulai berlakunya pasar bebas di kawasan Asia.
Kawasan pesisir pantai Desa Kutuh memang dikenal sebagai sentra pembudidayaan rumput laut. Sejak dulu, warga sekitar menjual rumput laut kering ke pabrik dengan harga Rp 8.000 perkilogram. Namun sekitar 2008, mereka mulai berinisiatif mengolah rumput laut menjadi kerupuk.
Cara membuat kerupuk rumput laut tidak begitu sulit. Cukup campurkan tepung kanji, bawang putih, kunyit, telur, ketumbar, dan garam. Sementara rumput laut dibersihkan dan dimasak. Selanjutnya dicampur menjadi adonan dengan cara diblender. Bahan adonan kemudian dikukus hingga matang. Barulah bisa dipotong dan dikeringkan hingga menjadi kerupuk siap jual.
Penganan khas Bali ini biasa dijual seharga Rp 25 ribu perkilogram. Dalam sebulan saja, para pembuat mampu memproduksi 60 kilogram. Sayangnya, meski sudah ada 10 produk makanan olahan rumput laut, kendala modal masih menjadi momok bagi mereka untuk bersaing dengan produk impor. Harapan para produsennya, pemerintah mengakomodir pengadaan modal dan sertifikasi produk mereka.(OMI/AYB)
Kawasan pesisir pantai Desa Kutuh memang dikenal sebagai sentra pembudidayaan rumput laut. Sejak dulu, warga sekitar menjual rumput laut kering ke pabrik dengan harga Rp 8.000 perkilogram. Namun sekitar 2008, mereka mulai berinisiatif mengolah rumput laut menjadi kerupuk.
Cara membuat kerupuk rumput laut tidak begitu sulit. Cukup campurkan tepung kanji, bawang putih, kunyit, telur, ketumbar, dan garam. Sementara rumput laut dibersihkan dan dimasak. Selanjutnya dicampur menjadi adonan dengan cara diblender. Bahan adonan kemudian dikukus hingga matang. Barulah bisa dipotong dan dikeringkan hingga menjadi kerupuk siap jual.
Penganan khas Bali ini biasa dijual seharga Rp 25 ribu perkilogram. Dalam sebulan saja, para pembuat mampu memproduksi 60 kilogram. Sayangnya, meski sudah ada 10 produk makanan olahan rumput laut, kendala modal masih menjadi momok bagi mereka untuk bersaing dengan produk impor. Harapan para produsennya, pemerintah mengakomodir pengadaan modal dan sertifikasi produk mereka.(OMI/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Axis Internet Gaul, Online Terus
Online terus kapanpun & di manapun hanya Rp 9.900/minggu. Lihat disini.
www.axisworld.co.id
Online terus kapanpun & di manapun hanya Rp 9.900/minggu. Lihat disini.
www.axisworld.co.id
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

