Tokoh OPM Kembali ke Tanah Air
Anastasya Putri dan Abdul Rosyid12/01/2010 20:29
Liputan6.com, Tangerang: Satu lagi tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bermukim di luar negeri kembali ke Tanah Air. Nicolas Jouawe, tokoh OPM yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di Belanda, tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/1).
Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Perhubungan asal Papua Fredi Numberi, Nicholas menyatakan saat ini bukan waktunya lagi membicarakan OPM. Ia mengaku kedatangannya untuk menetap selama-lamanya di Indonesia.
Nicholas adalah salah satu pendiri OPM. Dia mengaku kecewa lantaran ada diskriminasi terhadap rakyat Rapua. Karena itu, Pada 1950, Nicholas pergi ke Belanda dan aktif melakukan aksi politik, seperti menaikan bendera Bintang Kejora setiap 17 Agustus.
Selain Nicholas Jouwe, sebelumnya ada Nicholas Messet yang kembali ke Tanah Air. Bahkan, warga negara Swedia yang mengaku pernah menjadi Menteri Luar Negeri OPM puluhan tahun silam ini telah meminta restu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2007 untuk kembali menjadi warga Indonesia [baca: Mantan Menlu OPM Menemui Wapres].
Hingga kini, OPM masih eksis di Papua meski dari tahun ke tahun semakin melemah. Selama ini, isu ketidakadilan pembangunan dan pelanggaran hak asasi manusia menjadi alat OPM untuk menarik simpati rakyat.(BOG)
Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Perhubungan asal Papua Fredi Numberi, Nicholas menyatakan saat ini bukan waktunya lagi membicarakan OPM. Ia mengaku kedatangannya untuk menetap selama-lamanya di Indonesia.
Nicholas adalah salah satu pendiri OPM. Dia mengaku kecewa lantaran ada diskriminasi terhadap rakyat Rapua. Karena itu, Pada 1950, Nicholas pergi ke Belanda dan aktif melakukan aksi politik, seperti menaikan bendera Bintang Kejora setiap 17 Agustus.
Selain Nicholas Jouwe, sebelumnya ada Nicholas Messet yang kembali ke Tanah Air. Bahkan, warga negara Swedia yang mengaku pernah menjadi Menteri Luar Negeri OPM puluhan tahun silam ini telah meminta restu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2007 untuk kembali menjadi warga Indonesia [baca: Mantan Menlu OPM Menemui Wapres].
Hingga kini, OPM masih eksis di Papua meski dari tahun ke tahun semakin melemah. Selama ini, isu ketidakadilan pembangunan dan pelanggaran hak asasi manusia menjadi alat OPM untuk menarik simpati rakyat.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
