Suku Dayak Beraksi di Bundaran HI
Albert Ade09/01/2010 12:14
Liputan6.com, Jakarta: Suasana di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (9/1), tidak seperti hari-hari biasa. Jika biasanya keramaian di Bundaran HI ini dipenuhi aksi unjuk rasa dari berbagai kelompok, siang ini suasana sedikit berbeda.
Puluhan orang, dengan mengenakan pakaian adat Suku Dayak, menggelar tarian adat dan pertunjukan pencak silat. Ternyata aksi aksi ini sengaja dilakukan masyarakat Suku Dayak di kawasan Tugu Selamat Datang ini. Tujuannya, agar seni dan budaya mereka tidak terpinggirkan dan sekaligus lestari.
Aksi yang mereka sebut dengan gelar budaya ini, diikuti puluhan orang, baik dari Suku Dayak maupun warga yang peduli dengan seni dan budaya Suku Dayak. Mereka antara lain menggelar sejumlah pertunjukan, di antaranya dengan menampilkan tarian adat dan pencak silat.
"Kami sengaja menggelar aksi ini di Bundaran Hotel Indonesia untuk memberi masukan kepada pemerintah agar peduli dan ikut memajukan seni dan budaya Suku Dayak," tutur Eko. Ketua Pemuda Suku Dayak di Jakarta ini juga berharap, budaya yang mereka bawa dari Kalimantan Barat bisa diperlakukan seperti budaya Bali yang sudah terkenal di seluruh dunia.
Upaya yang dilakukan juga tidak cukup dengan hanya menggelar pertunjukan. Mereka juga membagikan brosur yang memperkenalkan pariwisata dan budaya Kalimantan Barat, khususnya Suku Dayak, kepada pengendara yang melewati Bundaran HI itu. (ETA)
Puluhan orang, dengan mengenakan pakaian adat Suku Dayak, menggelar tarian adat dan pertunjukan pencak silat. Ternyata aksi aksi ini sengaja dilakukan masyarakat Suku Dayak di kawasan Tugu Selamat Datang ini. Tujuannya, agar seni dan budaya mereka tidak terpinggirkan dan sekaligus lestari.
Aksi yang mereka sebut dengan gelar budaya ini, diikuti puluhan orang, baik dari Suku Dayak maupun warga yang peduli dengan seni dan budaya Suku Dayak. Mereka antara lain menggelar sejumlah pertunjukan, di antaranya dengan menampilkan tarian adat dan pencak silat.
"Kami sengaja menggelar aksi ini di Bundaran Hotel Indonesia untuk memberi masukan kepada pemerintah agar peduli dan ikut memajukan seni dan budaya Suku Dayak," tutur Eko. Ketua Pemuda Suku Dayak di Jakarta ini juga berharap, budaya yang mereka bawa dari Kalimantan Barat bisa diperlakukan seperti budaya Bali yang sudah terkenal di seluruh dunia.
Upaya yang dilakukan juga tidak cukup dengan hanya menggelar pertunjukan. Mereka juga membagikan brosur yang memperkenalkan pariwisata dan budaya Kalimantan Barat, khususnya Suku Dayak, kepada pengendara yang melewati Bundaran HI itu. (ETA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
