JK: Pemimpin Harus Tegas dan Jujur
Zumrotul Muslimin09/01/2010 00:29
Liputan6.com, Jakarta: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemimpin harus bersikap tegas dan jujur. "Masyarakat dan pemimpin bangsa lain akan menghargai pemimpin yang tegas dan jujur," kata Kalla pada seminar "Saatnya Hati Nurani Bicara" di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Jumat (8/1).
Pernyataan disampaikan Kalla saat berbicara dalam topik tata kelola pemerintahan antara profesionalitas dan ketidakjujuran. Dikatakannya, jika ada perbedaan visi dan argumen antara pemimpin dan masyarakat, hendaknya pemimpin bisa memberi penjelasan yang jujur sehingga rakyat bisa menerima.
"Memimpin bangsa ini tidak terlalu sulit jika pemimpinnya bersikap tegas, jujur, dan memberi teladan," katanya. Dengan sikap tegas dan jujur yang diperlihatkan pemimpin, kata dia, maka rakyat akan memberikan kepercayaan tinggi dan tidak terjadi keresahan.
Menurut Kalla, dalam konteks topik yang disampaikannya, ada empat tipe pemimpin yakni profesional dan jujur, profesional tapi tidak jujur, tidak profesional tapi jujur, serta tidak profesional dan tidak jujur. Dari empat tipe pemimpin itu, yang paling berbahaya adalah pemimpin yang profesional tapi tak jujur.
Ia mencontohkan, kasus Bank Century karena pelakunya profesional tahu tata cara membobol bank sehingga bisa membobol dalam jumlah besar. Kalau pelakunya tidak profesional dan tidak jujur, kata dia, mungkin yang dibobol cuma Rp10 juta, karena tidak tahu bagaimana membobol dalam jumlah besar.(JUM)
Pernyataan disampaikan Kalla saat berbicara dalam topik tata kelola pemerintahan antara profesionalitas dan ketidakjujuran. Dikatakannya, jika ada perbedaan visi dan argumen antara pemimpin dan masyarakat, hendaknya pemimpin bisa memberi penjelasan yang jujur sehingga rakyat bisa menerima.
"Memimpin bangsa ini tidak terlalu sulit jika pemimpinnya bersikap tegas, jujur, dan memberi teladan," katanya. Dengan sikap tegas dan jujur yang diperlihatkan pemimpin, kata dia, maka rakyat akan memberikan kepercayaan tinggi dan tidak terjadi keresahan.
Menurut Kalla, dalam konteks topik yang disampaikannya, ada empat tipe pemimpin yakni profesional dan jujur, profesional tapi tidak jujur, tidak profesional tapi jujur, serta tidak profesional dan tidak jujur. Dari empat tipe pemimpin itu, yang paling berbahaya adalah pemimpin yang profesional tapi tak jujur.
Ia mencontohkan, kasus Bank Century karena pelakunya profesional tahu tata cara membobol bank sehingga bisa membobol dalam jumlah besar. Kalau pelakunya tidak profesional dan tidak jujur, kata dia, mungkin yang dibobol cuma Rp10 juta, karena tidak tahu bagaimana membobol dalam jumlah besar.(JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
