Malela, Niagara Kecil di Bandung Barat
Tim Liputan 6 SCTV04/01/2010 13:14
Liputan6.com, Bandung: Lokasi wisata di Bandung, Jawa Barat, ternyata tak hanya wisata kuliner dan berbelanja. Jika bosan dengan keramaian, Anda juga bisa menikmati pesona air terjun Curug Malela di kawasan Bandung Barat.
Tidak mudah untuk mencapai Curug Malela yang berada di Kampung Manglid, Kecamatan Rongga. Dari pusat Kota Bandung, setidaknya butuh waktu tiga jam. Jalannya pun cukup menantang. Tapi, semua itu sepadan dengan indahnya pemadangan di kiri-kanan jalan.
Puas menikmati hamparan hijau kebun teh, Anda akan memasuki Desa Cicadas. Ini adalah tempat pemberhentian mobil terakhir, karena selanjutnya wisatawan harus berjalan kaki sekitar dua kilometer. Perjalanan cukup berat karena masih berupa jalan setapak, lengkap dengan jembatan darurat yang menghubungkan sejumlah kali kecil.
Namun, penat akan langsung hilang seketika setelah menikmati curug setinggi 70 meter ini. Dari bentuknya, tak heran jika banyak orang menyebut Curug Malela bak air terjun Niagara mini di Indonesia. Kawasan curug ini terletak di kabupaten baru hasil pemekaran wilayah. Tak heran pengembangan wisatanya pun kerap terkendala birokrasi.(ADO)
Tidak mudah untuk mencapai Curug Malela yang berada di Kampung Manglid, Kecamatan Rongga. Dari pusat Kota Bandung, setidaknya butuh waktu tiga jam. Jalannya pun cukup menantang. Tapi, semua itu sepadan dengan indahnya pemadangan di kiri-kanan jalan.
Puas menikmati hamparan hijau kebun teh, Anda akan memasuki Desa Cicadas. Ini adalah tempat pemberhentian mobil terakhir, karena selanjutnya wisatawan harus berjalan kaki sekitar dua kilometer. Perjalanan cukup berat karena masih berupa jalan setapak, lengkap dengan jembatan darurat yang menghubungkan sejumlah kali kecil.
Namun, penat akan langsung hilang seketika setelah menikmati curug setinggi 70 meter ini. Dari bentuknya, tak heran jika banyak orang menyebut Curug Malela bak air terjun Niagara mini di Indonesia. Kawasan curug ini terletak di kabupaten baru hasil pemekaran wilayah. Tak heran pengembangan wisatanya pun kerap terkendala birokrasi.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
