PBB Tarik Sebagian Staf dari Pakistan
Addy Hasan02/01/2010 20:57
Liputan6.com, Islamabad. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana menarik seperlima staf internasional dari Pakistan. Ini mengingat situasi keamanan yang tidak menentu di negeri tersebut. Demikian dikatakan salah satu pejabat PBB, Ishrat Rizvi, kepada jaringan televisi Aljazeera, belum lama ini.
Ishrat menjelaskan, sekitar 20 persen pekerja asing organisasi internasional akan meninggalkan Pakistan dalam jangka waktu enam bulan atau pindah ke kota yang lebih aman di Pakistan. Namun, imbuh Ishrat, program bantuan di Pakistan tidak akan ditutup, hanya ditunda sementara.
Dalam setahun terakhir, setidaknya 11 pekerja PBB tewas di Pakistan. Serangan kelompok garis keras pun meningkat selama dua setengah bulan ini. PBB mulai meninjau ulang operasi setelah serangan Oktober lalu menewaskan lima staf di Kantor Badan Pangan Dunia di Islamabad.
Saat ini PBB mempekerjakan sekitar 250 staf internasional dan 2.500 warga Pakistan dengan total biaya hingga 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 10 triliun untuk "pembangunan berkelanjutan" Pakistan. PBB juga telah memberikan 475 juta dolar atau Rp 4 triliun untuk program bantuan kemanusiaan darurat di Pakistan bagian utara.(ANS)
Ishrat menjelaskan, sekitar 20 persen pekerja asing organisasi internasional akan meninggalkan Pakistan dalam jangka waktu enam bulan atau pindah ke kota yang lebih aman di Pakistan. Namun, imbuh Ishrat, program bantuan di Pakistan tidak akan ditutup, hanya ditunda sementara.
Dalam setahun terakhir, setidaknya 11 pekerja PBB tewas di Pakistan. Serangan kelompok garis keras pun meningkat selama dua setengah bulan ini. PBB mulai meninjau ulang operasi setelah serangan Oktober lalu menewaskan lima staf di Kantor Badan Pangan Dunia di Islamabad.
Saat ini PBB mempekerjakan sekitar 250 staf internasional dan 2.500 warga Pakistan dengan total biaya hingga 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 10 triliun untuk "pembangunan berkelanjutan" Pakistan. PBB juga telah memberikan 475 juta dolar atau Rp 4 triliun untuk program bantuan kemanusiaan darurat di Pakistan bagian utara.(ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
