Minyak Tanah di Polewali Mandar Langka  

Edy Junaedi
02/01/2010 10:30
Liputan6.com, Polewali Mandar: Pergantian tahun tidak membuat distribusi minyak tanah Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berjalan normal. Sabtu (2/1) ini, kelangkaan minyak tanah terjadi di sejumlah pangkalan di daerah tersebut. Akibatnya, warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan lima liter minyak tanah.

Ironisnya, harga minyak tanah di pangkalan pun lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan pemerintah setempat. Bila harga eceran tertinggi ditetapkan Rp 3.125 per liter, maka di pangkalan menjadi Rp 3.700 perliter.

Di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, ratusan warga membentuk barisan panjang untuk mendapatkan minyak tanah. Mereka harus rela berdesak-desak di bawah terik panas matahari demi kupon lima liter minyak tanah. Sedangkan warga yang datang terlambat harus gigit jari.

Untuk mengantisipasi serbuan warga, pemilik pangkalan telah mengaturnya sejak di luar pangkalan. Mereka diminta mengantnre untuki mendapat kupon, sebelum mengantre mengambil jatah minyak tanah.

Di kecamatan Polewali, ratusan jerigen milik warga berbaris rapih dan kosong. Padahal, jerigen-jerigen itu sudah lama "mengantre". Jatah lima drum minyak tanah per minggu langsung dihabiskan warga dalam tempo tiga jam.

Rahma, warga Polewali Mandar mengaku kesal, karena beberapa pangkalan minyak tanah yang didatanginya kosong. Sementara ini, ia terpaksa menggunakan kayu-kayu bekas untuk memasak. Namun memburu minyak tanah ke pangkalan terus dilakukannya.

Seorang pemilik pangkalan menuturkan, kelangkaan terjadi akibat jumlah pengguna minyak tanah terus bertambah. Padahal, katanya, jatah minyak tanah dari Pertamina cenderung dikurangi.

Sebaliknya, Humas Pertamina Wilayah VII Makassar Rosina Nurdin menegaskan, tak pernah ada pengurangan jatah minyak tanah di pangkalan. Terlebih lagi, katanya, Sulawesi Barat belum termasuk wilayah konversi minyak tanah ke gas.

"Warga dan siapa pun diharapkan ikut mengawasi distribusi minyak tanah. Terutama, dari pemilik pangkalan nakal yang diduga menyalurkan minyak tanah di luar kebutuhan subsidi," tambah Rosina.(SHA)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler